Proposal Kewirausahaan ( Tugas PKW)

Proposal Kewirausahaan ”Sate Ulat Sagu”
WALE PAPUA FOOD

logo_JPG

 

⦁ Wilhelmina Febrina Tsolme
⦁ Rivanita Ella Wenda
⦁ Ipma Oce Norace Wantik
⦁ Elisabeth Itha Kemong
⦁ Imanuel Onawame

 

SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon
2017

 

Daftar Isi

DAFTAR ISI………………………..………………………………………….…2
BAB I : PENDAHULUAN.……………….………………………………………4
⦁ Latar Belakang……………….……………..……………………………4
⦁ Tujuan…………………………………………….………………………4
BAB II : ASPEK UMUM………………………………….….………………….5
2.1 Nama Usaha.…………………………………………….…….……….5
2.2 Tempat Usaha………………………………………………………….5
2.3 Pemilik Usaha………………………………………………………….5
2.4 Bidang Usaha……………….………………………………………….5
2.5Visi/Misi.……….………………………………………….……………5
2.6 Motto….………….…………………………………….………………5
BAB III : PEMODALAN DAN BIAYA…………………………….….………..6
⦁ Perincian Keuangan……….……………………………….……….…..6
⦁ Pemodalan………………………..……..……………………………….6
⦁ Rencana Penghasilan…..…………………….………………………….6
BAB IV : ASPEK PASAR DAN PEMASARAN…………………………………7
4.1 Situasi Persaingan.………………………………………………………7
⦁ Sasran Usaha……………………………….……………………..……..7
⦁ Promosi Penjualan……………………………………………………….7
⦁ Analisis SWOT……….…………………………………………….……8
⦁ Strategi Pemasaran………….………………………….…………………9
⦁ Langkah-langkah Membuat Sate Ulat Sagu……………………………10
Bab V : RESIKO USAHA……………………………….……………………….11
⦁ Resiko dan Hambatan.…………………….…….………………………11
⦁ Situasi Persaingan……………………………………………………….11

Bab VI : PENUTUP…………………………………………………………..……12

6.1 Kesimpulan…………..…………………………….……………………12
6.2 Saran…………………………………………………….………..…….12

 

BAB I
PENDAHULUAN

⦁ 1.1 Latar Belakang
⦁ Salah satu sifat manusia adalah mengumpulkan dan memiliki kekayaan sebanyak-banyaknya. Hal ini dicapai melalui pekerjaan, salah satunya membuka usaha. Namun, kebanyakan orang bingung dengan usaha yang akan mereka buat. Alasan yang paling banyak kita temui dari orang-orang seperti ini adalah tidak adanya skill dalam membangun usaha. Hal inilah yang sangat membutuhkan kreatifitas yang tinggi dan keberanian yang luar biasa. Keberanian diperlukakn untuk mengambil resiko bila usaha tersebut gagal. Inilah yang melatarbelakangi berdirinya usaha kuliner ini.
Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak akan di tinggalkan hingga kapanpun. Tidak seperti pakaian atau fashion yang seringkali berganti model sehingga kemudian berubah dan kemudian di tinggalkan. Makanan akan selalu di butuhkan selama makhluk hidup khususnya manusia masih hidup di dunia ini.
Dengan melihat pada kebutuhan manusia akan pangan yang macamnya semakin bervariasi. Kami ingin mencoba untuk mendirikan unit usaha yang bergerak di bidang kuliner.

1.2 Tujuan
⦁ Memperkenalkan makanan khas Papua kepada masyarakat luas.
⦁ Memperkenalkan khasiat dari ulat sagu
⦁ Melestarikan budaya Papua khususnya makanan tradisional.
⦁ Mendapatkan keuntunga dari usaha ini.
⦁ Membuka lapangan kerja.
⦁ Mendapatkan nilai akhir mata pelajaran PKW.

 

BAB II
ASPEK UMUM

2.1 Nama Usaha
Seperti yang sudah tertera di atas, usaha yang akan kami dirikan ini kami beri nama “WALE PAPUA FOOD”.

2.2 Tempat Usaha
Kami berencana membuka tempat usaha ini di Kota Tomohon, tepatnya di Jln. Kakaskasen II No. 10 Tomohon Utara. Kami memilih mendirikan usaha ini di Kota Tomohon karena di Kota ini banyak pelajar yang berasal dari Papua.

2.3 Pemilik Usaha
⦁ Wilhelmina F. Tsolme
⦁ Elisabeth I. Kemong
⦁ Rivanita E. Wenda
⦁ Ipma O. N. Wantik
⦁ Imanuel Onawame

2.4 Bidang Usaha
Bidang usaha kami yaitu Kuliner dengan nama “WALE PAPUA FOOD”

2.5 Visi/Misi
⦁ Visi : Menjadi Rumah Makan Papua yang sukses dengan khas makanan yang sudah di kenal rasanya oleh masyarakat.
⦁ Misi : Membentuk usaha kuliner Papua sehingga terwujud usaha yang:
⦁ Memiliki pelayanan konsumen terbaik.
⦁ Memiliki usaha kreatif dengan penyajian berbeda dengan tidak melupakan nilai-nilai budaya Papua.

2.6 Motto
“People with passion can change the world for the better”

 

BAB III
PEMODALAN DAN BIAYA

⦁ Perincian Keuangan
Jumlah Ket.
PENERIMAAN
Penerimaan Pemodalan Rp. 35.000.000,- Investasi dari pendiri usaha
Penerimaan Pinjaman Rp. 20.000.000,- Dari proposal
Sub Total Penerimaan Rp. 55.000.000,-
PENGELUARAN
Pembelian Bahan Baku Rp. 10.000.000,-
Transport (Pengiriman Bahan Baku) Rp. 5.000.000,- Menggunakan kapal
Biaya produksi lain Rp. 5.000.000,-
Upah buruh produksi Rp. 3.000.000,-
Biaya listrik, air, telepon Rp. 7.000.000,-
Pajak Rp. 3.200.000,-
Sub Total Pengeluaran Rp. 33.200.000,-
SALDO KAS AWAL Rp. 55.000.000,-
SALDO KAS AKHIR Rp. 22.200.000,-

3.2 Pemodalan
Pemodalan usaha kami ini kami dapatkan dari dana hibah (untuk proposal yang sudah kami sebarkan), pinjaman dari bank, Penanaman modal dari investor.

3.3 Rencana Penghasilan
Jumlah produksi : 200 tusuk/hari × 31 hari = 6.200 tusuk/bulan
Disajikan dalam porsi, 1 porsi = 5 tusuk, 6200 : 5 = 1.240 porsi/bulan
Harga 1 porsi = Rp. 10.000,-
Penghasilan : 1.240 porsi/bulan × Rp. 10.000,- = Rp. 12.400.000,-/bulan
Total Penghasilan : Rp. 12.400.000,-
(Terbilang : Dua belas juta empat ratus ribu rupiah)

 

BAB IV
ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

4.1 Situasi Persaingan
Produk yang kami tawarakan merupakan produk yang yang baru di kalangan masyarakat dan masih sedikit yang membuka usaha seperti ini. Penyajiannya pun berbeda dengan makanan-makanan yang biasa diolah menjadi makanan rumahan, sehingga hal ini akan menjadikan rumah makan kami selalu diingat dan disenangi untuk mampir. Harganya pun terjangkau dan seimbang dengan khasiatnya yang banyak seperti vitamin, mencegah kolestrol, sumber energi, menambah gairah seksual, menambah stamina, meningkatkan kekebalan tubuh, menambah nafsu makan.

4.2 Sasaran Usaha
Produk ini kami ditujukan kepada semua kalangan baik remaja, dewasa, orang tua, maupun lansia disesuaikan dengan kebutuhan akan pangan dan kebutuhan para konsumen akan khasiat dari ulat sagu.

4.3 Promosi Penjualan
Kami mempromosikan produk kami dalam bentuk iklan.

iklaniklan.png

4.4 Analisis SWOT
-Internal :
⦁ Strenght (Kekuatan)
⦁ Satu-satunya rumah makan papua yang ada di Tomohon.
⦁ Bahan produk yang digunakan halal, dan berkualitas.
⦁ Bahan baku dibawa langsung dari Papua.
⦁ Dekorasi rumah makan didesain tentunya dengan menggunakan budaya Papua, sehingga konsumen merasa seperti berada di Papua.
⦁ Tempatnya strategis.
⦁ Harga terjangkau dengan pelayanan yang baik.
⦁ Memiliki website dan jejaring sosial yang dapat digunakan konsumen untuk mencari tahu tentang segala hal tentang WALE PAPUA FOOD.
⦁ Pelayan ditambah dengan penyediaan jaringan WIFI.
⦁ Selain menu sate, ulat sagu juga diolah menjadi produk yang lain, seperti, jus, kue, dan baso ulat sagu, dan juga papeda ulat sagu kuah kuning.
⦁ Selain menjual produk berupa kuliner, disini juga menjual bermacam aksesoris dari bertemakan budaya Papua, seperti noken, gantungan kunci, baju dengan berbagai motif, hiasan-hiasan rumah, dan lain-lain.
⦁ Sebagai satu-satunya pemilik, bisa menentukan harga yang dapat bersaing di pasar.
⦁ Ada banyak orang Papua yang tinggal di Kota Tomohon, sehingga bisa dipastikan adanya konsumen saat beroperasi.

-Weakness (Kelemahan)
⦁ Belum memiliki pelanggan tetap, karena usaha ini baru dibuka.
⦁ Modal awal yang terbilang besar.
⦁ Keuntungan belum bisa dipastikan.
⦁ Kurangnya tenaga kerja.
⦁ Masih belum ada yang tahu khasiat dari ulat sehingga rumah makan ini masih sepi.
⦁ Dibuka di luar wilayah Papua sehingga tidak langsung menarik minat konsumen.
⦁ Sulit untuk membuat orang percaya dengan khasiat makanan khas ini.
⦁ Sulit menarik konsumen, karena masyarakat jaman sekarang yang lebih memilih makanan luar daripada kuliner khas Indonesia.
⦁ Penawaran tidak seimbang dengan permintaan.
⦁ Karena bahan baku diambil di tempat yang jauh, sehingga ada banyak hambatan dalam proses pengiriman.
⦁ SDM masih kurang profesional dan maksimal dalam manajemen produksi, pengelolaan usaha, administrasi dan keuangan.
⦁ Promosi penjualan yang dilakukan masih belum bisa menarik konsumen.
Eksternal :
-Opportunity (Kesempatan)
⦁ Dengan adanya menu inovatif dan kreatif sehingga membuat konsumen penasaran dengan rasanya.
⦁ Jarangnya tempat kuliner yang memasang Wifi.
⦁ Lokasi strategis dan fasilitas sangat memadai.
⦁ Memiliki keukinan dan ciri khas, yaitu aksesoris ala Papua.
⦁ Menerima pesanan.
⦁ Menyediakan makanan “siap saji”.
⦁ Membuka cabang di luar kota Tomohon.
⦁ Rasa penasaran masyarakat terhadap sesuatu yang baru, apalagi yang berkaitan dengan makanan.
⦁ Dengan menu utama yang tidak hanya enak tetapi juga mempunyai banyak khasiat untuk kesehatan.

⦁-Threat (Ancaman)
⦁ Harga transportasi yang seringkali mengalami kenaikan dapat menaikan pula harga produk sehingga akan membuat konsumen memikirkan berkali-kali untuk membeli produk.
⦁ Konsumen lebih memilih makanan luar daripada makanan khas Indonesia.
⦁ Wifi terkadang memiliki gangguan.
⦁ Ada sebagian lebih memilih untuk mengolah makanan sendiri di rumah, daripada harus membeli makanan dari rumah makan yang menawarkan siap saji.

4.6 Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang kami terapkan yaitu memberikan hadiah kepada pelanggan yang berhasil menarik konsumen baru. Hadiah tersebut berupa aksesoris yang dijual di rumah makan “WALE PAPUA FOOD”, konsumen tersebut tinggal memilih salah satu.

4.7 Langkah-langkah Membuat Sate Ulat
Bahan Sate Ulat Sagu
⦁ Ulat sagu secukupnya
⦁ Tusukan sate secukupnya
⦁ Sambal kecap
⦁ Sambal kacang
⦁ Acar
Cara Membuat Sate Ulat Sagu :
⦁ Untuk mulai menyajikan sate ulat sagu, anda bisa terlebih dahulu menyiapkan lidi atau bambu yang sudah diserut kecil lalu menusukkan ulat sagu yang sudah disiapkan pada tusukan tersebut layaknya sate. Jangan menusukkan ulat sagunya terlalu rapat supaya saat dibakar nanti dapat matang merata.
⦁ Sebelum membakar sate ulat sagu, alangkah lebih baiknya menyiapkan bumbu satenya dulu supaya pada saat sate ulat sagu sudah matang dapat langsung disantap hangat-hangat. Pembuatan bumbu satenya dapat berupa bumbu kacang seperti halnya sate madura atau sederhana saja dengan hanya campuran kecap kental manis dan ulekan cabe serta pelengkap acar. Tinggal diatur sesuai selera saja karena disantap langsung tanpa tambahan bumbu juga tidak masalah.
⦁ Siapkan bara api lalu bakar sate ulat sagunya sampai matang.
⦁ Nikmati langsung atau bersama bumbu sajinya.

 

BAB V
RESIKO USAHA

5.1 Resiko dan Hambatan
⦁ Saingan dengan rumah makan lain yang sudah terkenal dimasyarkat dan sudah bisa dijamin rasanya.
⦁ Jika produk tersebut tidak laku maka akan basi dan akhirnya akan dibuang.
⦁ Jumlah pengunjung tidak pasti, kadang sepi kadang ramai.
⦁ Rasa dan selera yang tidak sesuai dengan keinginan konsumen.
⦁ Gaji karyawan.
⦁ Selera masyarakat yang mengikuti perubahan zaman.
⦁ Jika harga produk dinaikan secara tiba-tiba karena harga bahan utama, maka konsumen akan memikirkan dua kali untuk membeli produk tersebut.
⦁ Sulit mendapat modal.
⦁ Harga barang yang mengalami kenaikan secara tiba-tiba.
⦁ Kreativitas produsen yang terbatas.
⦁ Mudah menyerah jika ada masalah.
⦁ Salah perhitungan modal, keuntungan, dan pengeluaran dari awal.

5.2 Situasi Persaingan
Banyak usaha yang dibuka dalam bentuk rumah makan kuliner, namun baru beberapa yang menyajikan makanan khas Papua khususnya di luar daerah Papua, misalnya usaha kami yang kami dirikan di Manado, khusunya di Kota Tomohon. Maka dari itu, kami tidak terlalu memikirkan tentang persaingan. Tetapi, kami harus tetap memperhatikan selera, permintaa, dan keinginan dari para konsumen.

 

BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
Usaha ini dapat berkembang jika ada kemauan dan kerja sama dari produsen dan semua orang yang terlibat dalam usaha ini. Memang, usaha ini tidak akan langsung berkembang pesat, namun kami terus berjuang untuk terus menjalankan dan mengembagkan usaha ini agar dapat memberikan kepuasaan kepada konsumen dengan cara yang jujur.

6.2 Saran
Jangan menyerah jika ada tantangan, jadikan hal tersebut sebagai pelajaran untuk membuat kita menjadi lebih baik lagi. Dan jangan takut dalam mengambil keputusan. Nilai sebuah kesuksesan yaitu dedikasi, kerja keras, serta pengabdian pada hal-hal yang ingin kau capai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s