SMA Lokon gambaran Indonesia Mini

Karya Tulis
Indonesia Mini

logo_JPG.jpg
Wilhelmina Febrina Tsolme/1988
X IIS E
T.A 2016/2017

Kata pengantar

Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena kasihnya sehingga karya tulis ini selesai dan dapat dikumpulkan tepat pada waktunya. Tak lupa juga saya ingin berterima kasih kepada orang tua, guru pembimbing/pengajar, pembimbing akademik (PA), pembimbing karakter (PK), teman-teman, dan semua orang yang sudah memberikan saran dalam pembuatan karya tulis ini.
Karya tulis ini ditulis untuk mengisi nilai tugas untuk mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKW) yang diambil nilainya sekitar 65% untuk nilai raport. Selain itu juga, kita bisa belajar menyampaikan opini kita khususnya tentang “Gejala Sosial” yang terjadi di sekitar kampus Lokon.
Kita sebagai manusia pasti punya kelemahan. Karya tulis ini dibuat oleh manusia, sehingga wajar saja jika ada kesalahan baik dalam penggunaan kata dan juga bahasa yang tidak sesuai. Maka dari itu, saya meminta para pembaca untuk memberikan kritik, saran, dan pendapat demi perbaikan karya tulis ini.

Sabtu, 31 Maret 2017

Wilhelmina Febrina Tsolme

Pembahasan

SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon berdiri atas prakarsa dari suatu keluarga yang merasa terpanggil untuk mengabdikan diri pada pendidikan Indonesia. Keluarga Ronald Korompis-Wewengkang, melalui Yayasan Pendidikan “Lokon” terus menopang dan menyelenggarakan SMA Lokon St. Nikolaus mulai dari pertama kali beroperasinya sampai saat ini mampu menjadi salah satu sekolah unggulan di Indonesia. SMA Lokon St. Nikolaus memperoleh izin operasionalnya pada bulan Desember 2001, dan mulai beroperasi pada tanggal 12 Juli 2002 (tahun pelajaran 2002/2003). Institusi pendidikan ini terletak di dataran tinggi yang sejuk di kaki gunung Lokon Kakaskasen, Kota Tomohon. SMA Lokon St. Nikolaus mewajibkan semua siswanya untuk tinggal di asrama. Asrama SMA Lokon St. Nikolaus memiliki 4 buah gedung Asrama yaitu ASPI (Asrama Putri) 1, 2 dan ASPA (Asrama Putra) 1, 2. Setiap gedung 15-24 kamar, 2 buah ruang studi, sebuah ruang untuk para pamong/penjaga asrama, sebuah klinik/ruang orang sakit, ruang makan (Pantry), WC dan kamar mandi yang lengkap dan bersih. Setiap siswa dibagi atas putra dan putri untuk tinggal di asrama. Pembinaan karakter siswa yang disiplin, toleran dan memiliki kemampuan spiritual unggul menjadi fokus pengembangan siswa di asrama. Keamanan dan kenyamanan siswa terlebih dalam belajar menjadi prioritas utama dalam sistem kerja asrama merupakan aspek penopang yang ditata dengan disiplin sambil memperhatikan karakter dan kekhasan tiap siswa. Untuk mewujudkannya, setiap gedung asrama memiliki 2 orang pamong/penjaga asrama pada setiap shift kerjanya dan ditopang oleh para guru dan tenaga kependidikan yang memberikan program khusus sesuai tingkat perkembangan akademik setiap siswa.
Pada kesempatan ini saya tidak hanya ingin membicarakan sejarah SMA Lokon saja, tetapi sesuatu yang lebih khas lagi dari tempat ini. Kekhasan itu mungkin saja tidak akan kalian dapatkan di tempat lain selain SMA Lokon ini yaitu Indonesia Mini. Jika kita melihat bahwa indonesia adalah negara kepulauan yg terdiri dari pulau yang banyak dan begitu luas dari sabang sampai merauke, jika kita hitung kita akan mendapatkan lebih dari 100 suku yg ada di indonesia. Nah, maka dari itu tentu masyarakat dari indonesia bagian barat belum tentu pernah mengunjungi atau bahkan bertemu dengan masyarakat dari indonesia bagian tengah ataupun timur begitupun sebaliknya. Namun tidak bagi Lokon, di sini kami adalah Lokon. Saya Siswa yang berasal dari Papua, saya mempunyai yang berasal dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Bali, Kalimantan. Namun tidak pernah ada kata kami berasal dari Pulau Jawa, kami berasal dari Sumatera, kami berasal dari Sulawesi, kami berasal dari Papua, Karena kami adalah Indonesia. Kami Lokon dan Kami adalah Gambaran Indonesia Mini. Maka tak heran, jika siswa-siswi SMA Lokon bisa tahu beberapa bahasa (dialeg/logat) dan juga kebudayaan yang ada di Indonesia selain daerahnya sendiri. Misalnya, siswa dari Papua bisa berbicara dengan logat Manado begitu pula sebaliknya.

Lalu siapa yang mengatakan untuk pertama kali kata Indonesia Mini ? Untuk hal ini saya belum tahu siapa yang pertama kali mengatakannya. Tetapi yang pasti, saya sangat setuju dengan beliau yang telah mengambarkan SMA Lokon yang sangat luas dengan dua kata yang mempunyai makna yang berarti.
Pada tanggal 1 desember kemarin, tepatnya pada hari Sabtu ada kunjugan dari salah satu Mayor yang ada di Indonesia, yakni Mayor Abbas. Dia mengatakan bahwa SMA Lokon adalah salah satu sekolah yang dipilih sebagai tempat untuk bersosialisasi dengan tema “Indonesia Bersatu”. “SMA Lokon dipilih karena begitu banyak budaya, Bahasa, suku, warna kulit, rambut, yang beragam, dan yang pasti dengan istilah Indonesia Mini” katanya. Dalam sosialisasi ini kita diminta untuk selalu menghargai perbedaan di antara kita agar kita dapat hidup dengan damai.
Tetapi kita sebagai manusia pasti membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi dengan budaya yang berbeda. Kadangkala, ada kesalahpahaman yang terjadi antara satu suku dengan suku yang lain misalnya kesalahan dalam komunikasi, perbedaan pendapat, perasaan bahwa dirinya selalu benar dan orang lain selalu salah, memilih-milih teman yang sama suku dan budaya, menghina suku lain dengan kekurangannya, dan masih banyak lagi masalah sosial yang dapat menimbulkan konflik.
Saya sangat bangga menjadi siswa SMA Lokon karena disini kita bukan hanya belajar pelajaran, tetapi juga belajar budaya dan Bahasa dan yang pasti belajar menghormati orang lain dengan kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. Disini juga kita bisa belajar untuk menjadi pemimpin. Saya juga senang karena memiliki teman-teman yang bisa menghargai perbedaan tersebut, walaupun ada beberapa oknum yang bisa dibilang belum bisa menerima perbedaan yang pada akhirnya hanya mendatangkan konflik.

Kesimpulan :
Siswa SMA Lokon sangat beruntung karena tidak perlu keliling Indonesia untuk belajar budaya yang ada di Indonesia. Perbedaan yang ada di SMA Lokon mengajarkan kami untuk mau belajar budaya dan bahasa dari suku-suku yang ada di Indonesia tanpa membeda-bedakan warna kulit dan rambut.

Saran :
Untuk Asrama, kami siswa-siswi dari Papua (LPMAK) digabungkan dengan teman-teman dari daerah lain agar kami bisa lebih dekat dengan teman-teman selain dari Papua.
Untuk pengurus OSIS, buat kegiatan yang dapat mempererat tali persaudaraan agar diantara kita tidak ada kata RASIS, memilih-milih teman, dan menghindari saling menghina satu sama lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s