SMA Lokon gambaran Indonesia Mini

logo_JPG

 

Indonesia Mini
Karya Tulis

Oleh :
Wilhelmina Febrina Tsolme
1988

SMA LOKON ST. NIKOLAUS TOMOHON
2016/2017
Lembar Pengesahan

Karya tulis ini berjudul INDONESIA MINI. Karya tulis ini diajukan sebagai syarat untuk lulus dalam mata pelajaran PKW di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon dan dinyatakan sebagai karya tulis.

Hari :
Tanggal :

Disetujui oleh:

Pembimbing Akademik Agnito Moningka SS.

Guru Mata Pelajaran  Nouvry Mukuan

 

Motto
“Try To Be Better “

 

Didedikasikan Kepada :
SMA LOKON ST. NIKOLAUS TOMOHON

 

Kata pengantar
Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena kasihnya sehingga karya tulis ini selesai dan dapat dikumpulkan tepat pada waktunya. Tak lupa juga saya ingin berterima kasih kepada orang tua, guru pembimbing/pengajar, pembimbing akademik (PA), pembimbing karakter (PK), teman-teman, dan semua orang yang memberikan saran dalam pembuatan karya tulis ini.
Karya tulis ini ditulis untuk mengisi nilai tugas untuk mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKW) yang diambil nilainya sekitar 65% untuk nilai raport. Selain itu juga, kita bisa belajar menyampaikan opini kita khususnya tentang “Gejala Sosial” yang terjadi di sekitar kampus Lokon.
Kita sebagai manusia pasti punya kelemahan. Karya tulis ini dibuat oleh manusia, sehingga wajar saja jika ada kesalahan baik dalam penggunaan kata dan juga bahasa yang tidak sesuai. Maka dari itu, saya meminta para pembaca untuk memberikan kritik, saran, dan pendapat demi perbaikan karya tulis ini.

 

Sabtu, 18 Februari 2017

 

Wilhelmina Febrina Tsolme

 

INDONESIA MINI
(Hubungan social di lingkungan kampus di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon, sebagai opini pribadi)
Sejarah SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon
SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon St. Nikolaus Tomohon berdiri atas prakarsa dari suatu keluarga yang merasa terpanggil untuk mengabdikan diri pada pendidikan Indonesia. Keluarga Ronald Korompis-Wewengkang, melalui Yayasan Pendidikan “Lokon” terus menopang dan menyelenggarakan SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon St. Nikolaus mulai dari pertama kali beroperasinya sampai saat ini mampu menjadi salah satu sekolah unggulan di Indonesia. SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon St. Nikolaus memperoleh izin operasionalnya pada bulan Desember 2001, dan mulai beroperasi pada tanggal 12 Juli 2002 (tahun pelajaran 2002/2003). Institusi pendidikan ini terletak di dataran tinggi yang sejuk di kaki gunung Lokon Kakaskasen, Kota Tomohon. SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon St. Nikolaus mewajibkan semua siswanya untuk tinggal di asrama. Asrama SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon St. Nikolaus memiliki 4 buah gedung Asrama yaitu ASPI (Asrama Putri) 1, 2 dan ASPA (Asrama Putra) 1, 2. Setiap gedung 15-24 kamar, 2 buah ruang studi, sebuah ruang untuk para pamong/penjaga asrama, sebuah klinik/ruang orang sakit, ruang makan (Pantry), WC dan kamar mandi yang lengkap dan bersih. Setiap siswa dibagi atas putra dan putri untuk tinggal di asrama. Pembinaan karakter siswa yang disiplin, toleran dan memiliki kemampuan spiritual unggul menjadi fokus pengembangan siswa di asrama. Keamanan dan kenyamanan siswa terlebih dalam belajar menjadi prioritas utama dalam sistem kerja asrama merupakan aspek penopang yang ditata dengan disiplin sambil memperhatikan karakter dan kekhasan tiap siswa. Untuk mewujudkannya, setiap gedung asrama memiliki 2 orang pamong/penjaga asrama pada setiap shift kerjanya dan ditopang oleh para guru dan tenaga kependidikan yang memberikan program khusus sesuai tingkat perkembangan akademik setiap siswa.

Mengapa disebut Indonesia Mini ?
Pada kesempatan ini saya tidak hanya ingin membicarakan sejarah SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon saja, tetapi sesuatu yang lebih khas lagi dari tempat ini. Kekhasan itu mungkin saja tidak akan kalian dapatkan di tempat lain selain SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon ini yaitu Indonesia Mini. Jika kita melihat bahwa indonesia adalah negara kepulauan yg terdiri dari pulau yang banyak dan begitu luas dari sabang sampai merauke, jika kita hitung kita akan mendapatkan lebih dari 100 suku yg ada di indonesia. Nah, maka dari itu tentu masyarakat dari indonesia bagian barat belum tentu pernah mengunjungi atau bahkan bertemu dengan masyarakat dari indonesia bagian tengah ataupun timur begitupun sebaliknya. Namun tidak bagi Lokon, di sini kami adalah Lokon. Saya Siswa yang berasal dari Papua, saya mempunyai yang berasal dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Bali, Kalimantan. Namun tidak pernah ada kata kami berasal dari Pulau Jawa, kami berasal dari Sumatera, kami berasal dari Sulawesi, kami berasal dari Papua, Karena kami adalah Indonesia. Kami Lokon dan Kami adalah Gambaran Indonesia Mini. Maka tak heran, jika siswa-siswi SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon bisa tahu beberapa bahasa (dialeg/logat) dan juga kebudayaan yang ada di Indonesia selain daerahnya sendiri. Misalnya, siswa dari Papua bisa berbicara dengan logat Manado begitu pula sebaliknya.
Kapan kata ini dikenalkan untuk pertama kalinya ?
Tidak ada sumber yang dapat menjelaskan dengan baik kapan kata Indonesia Mini dikenalkan.
Siapa yang pertama kali mengeluarkan kata Indonesia Mini ?
Lalu siapa yang mengatakan untuk pertama kali kata Indonesia Mini ? Untuk hal ini saya belum tahu siapa yang pertama kali mengatakannya. Tetapi yang pasti, saya sangat setuju dengan beliau yang telah mengambarkan SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon yang sangat luas dengan dua kata yang mempunyai makna yang berarti. Namun, yang saya dengar dari Kakak saya yang pernah bersekolah disini bahwa orang yang pertama kali mengatakan Indonesia Mini yaitu Bapak Andi salah satu guru di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon yang mengajar mata pelajaran Sosiologi.
Pada tanggal 1 Desember 2016 kemarin, tepatnya pada hari Sabtu ada kunjugan dari salah satu Mayor yang ada di Indonesia, yakni Mayor Abbas. Dia mengatakan bahwa SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon adalah salah satu sekolah yang dipilih sebagai tempat untuk bersosialisasi dengan tema “Indonesia Bersatu”. “SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon dipilih karena begitu banyak budaya, Bahasa, suku, warna kulit, rambut, yang beragam, dan yang pasti dengan istilah Indonesia Mini” katanya. Dalam sosialisasi ini kita diminta untuk selalu menghargai perbedaan di antara kita agar kita dapat hidup dengan damai.
Tetapi kita sebagai manusia pasti membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi dengan budaya yang berbeda. Kadangkala, ada kesalahpahaman yang terjadi antara satu suku dengan suku yang lain misalnya kesalahan dalam komunikasi, perbedaan pendapat, perasaan bahwa dirinya selalu benar dan orang lain selalu salah, memilih-milih teman yang sama suku dan budaya, menghina suku lain dengan kekurangannya, dan masih banyak lagi masalah sosial yang dapat menimbulkan konflik.
Saya sangat bangga menjadi siswa SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon karena disini kita bukan hanya belajar pelajaran, tetapi juga belajar budaya dan Bahasa dan yang pasti belajar menghormati orang lain dengan kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. Disini juga kita bisa belajar untuk menjadi pemimpin. Saya juga senang karena memiliki teman-teman yang bisa menghargai perbedaan tersebut, walaupun ada beberapa oknum yang bisa dibilang belum bisa menerima perbedaan yang pada akhirnya hanya mendatangkan konflik.
Asrama SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon
Seperti yang sudah dijelaskan di atas pada bagian sejarah bahwa SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon adalah sekolah berasrama. Maka, siswa-siswa dari berbagai daerah ini cepat bergaul dengan teman-teman dari daerah lain. Setiap hari ada 2 pamong/penjaga yang menjaga, pergantian pamong dilakukan pada sore hari. Contohnya saja di ASPI II. Asrama ini ditinggali oleh kelas 11 dan kelas 10. Namun, teman-teman dari Papua(LPMAK) dipisahkan pada kamar sendiri. Seharusnya, jika ingin bergaul lebih, mereka harus berbaur. Padahal, dulu Kakak saya, pada saat dia sekolah disini mereka biasanya digabungkan dengan siswa-siswa dari daerah lain.
Karena pemisahan kamar inilah yang membuat angkatan-angkatan sekarang menjadi angkatan yang tidak kompak. Ditambah lagi, kami, anak kelas 10 tahun ini (angkatan 15 dengan nama angkatan W15DOM) tidak ada MOS (Masa Orientasi Siswa) untuk memperkenalkan lingkungan sekolah, peraturan sekolah, cara menghormati senior, hubungan antara senior-junior, dan khusunya 5S(senyum, salam, sapa, sopan, santun) yang sudah mulai luntur di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon saat ini. Bahkan, ada yang tidak saling mengenal antara teman seangkatan.
Kurikulum di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon
SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon yang masuk dalam daftar SMA terbaik di Indonesia. Bukan hanya karna fasilitas yang lengkap tapi juga prestasi-prestasi yang didapatkan oleh para siswa SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon sehingga, para orang tua sangat ingin menyekolahkan anaknya di sekolah ini.
Terlebih kurikulum yang sekarang sedang digunakan oleh SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon adalah kurikulum 2013/K13. Pada awalnya K13 ini dipadukan dengan Sistem Kredit Semester (SKS) yang dirancang untuk memberikan keleluasaan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan sekaligus menjadi cara yang efektif untuk mempersiapkan siswa menjalani perkuliahan di perguruan tinggi. Ciri khas SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon sebagai sekolah dan asrama yang mengedepankan pendidikan karakter dengan basis Kurikulum Basis Kehidupan (KBK) / Life Based Curricullum.
Mengapa sampai para siswa dari berbagai daerah bisa ada di sini ?
Selain di kota Jogja, saya juga sering mendengar mereka mengatakan bahwa kota Tomohon adalah kota pelajar. Karena itulah banyak orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya disini khususnya di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon karena sekolah ini termaksud salah satu sekolah terbaik di Tomohon. Alasan kedua karena mayoritas orang Tomohon beragama Kristen, maka kebanyakan siswa-siswi dari Timur(NTT, Maluku, dan Papua) memilih untuk menimba ilmu di sekolah ini.
Papua kedua!
Seperti yang sudah saya jelaskan di atas bahwa banyak orang Timur Indonesia yang menimba ilmu disini khusunya orang Papua. Saking banyaknya orang Papua, sampai mereka biasanya menyebut SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon sebagai Papua kedua (sebutan khusus dari orang Papua). Saya yakin, semua siswa SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon pasti tahu arti kata “TESTO” (salah satu kata dari Papua). Mungkin sebagian siswa SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon ketika bercanda dengan teman-temannya, mereka sering mengeluarkan kata “TESTO” ini sebagai penjelasan bahwa kata-kata yang awalnya mereka bicarakan itu hanya bercanda.
MOS dan LKTD terhadap hubungan sosial di SMA Lokon St. Nikolaus
Di setiap sekolah, sebagai siswa baru pasti akan diwajibkan mengikuti MOS (Masa Orientasi Siswa). MOS biasanya diadakan oleh kelas 12. Namun, MOS di SMA Lokon St. Nikolaus sangat berbeda dari sekolah lainnya. Karena di sekolah ini sangat ditegaskan yang namanya senioritas, mereka diajarkan untuk bertanggung jawab, bagaimana bekerja dalam kelompok agar bisa kompak, tidak membeda-bedakan satu dengan yang lain dengan memandang rambut dan warna kulit, dan yang terpenting yaitu untuk melatih kepemimpinan. Namun, pada tahun ini sesuai dengan peraturan Kemendikbud, MOS akhirnya dihapuskan karena MOS mengakibatkan adanya kekerasan antara senior kepada juniornya. Sekarang siswa baru hanya mengikuti PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah).
Selain MOS, SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon juga mengenal apa yang disebut LKTD (Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar). Tidak berbeda jauh dengan MOS, LKTD juga mengajarkan tentang untuk bertanggung jawab, bagaimana bekerja dalam kelompok agar bisa kompak, tidak membeda-bedakan satu dengan yang lain dengan memandang rambut dan warna kulit, dan melatih kepemimpinan.
Akhir kata, siswa SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon sangat beruntung karena tidak perlu keliling Indonesia untuk belajar budaya yang ada di Indonesia. Perbedaan yang ada di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon mengajarkan kami untuk mau belajar budaya dan bahasa dari suku-suku yang ada di Indonesia tanpa membeda-bedakan warna kulit dan rambut. Jadi untuk kalian yang ingin belajar tentang suku-suku (khususnya logat) yang ada di Indonesia, bisa datang saja ke SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon di Jln. Perlombaan No. 99 Kakaskasen, Tomohon. Tidak perlu lagi keliling Indonesia untuk belajar kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia.
Saran :
⦁ Untuk Asrama, kami siswa-siswi dari Papua (LPMAK) digabungkan dengan teman-teman dari daerah lain agar kami bisa lebih dekat dengan teman-teman selain dari Papua.
⦁ Untuk pengurus OSIS, buat kegiatan yang dapat mempererat tali persaudaraan agar diantara kita tidak ada kata RASIS, memilih-milih teman, dan menghindari saling menghina satu sama lain.
⦁ Untuk para siswa, jangan memilih-milih teman, ciptakan Integrasi Nasional di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon. Jalinlah hubungan yang baik dengan semua orang baik guru, pamong, maupun sesama siswa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s