Proposal Kewirausahaan ( Tugas PKW)

Proposal Kewirausahaan ”Sate Ulat Sagu”
WALE PAPUA FOOD

logo_JPG

 

⦁ Wilhelmina Febrina Tsolme
⦁ Rivanita Ella Wenda
⦁ Ipma Oce Norace Wantik
⦁ Elisabeth Itha Kemong
⦁ Imanuel Onawame

 

SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon
2017

 

Daftar Isi

DAFTAR ISI………………………..………………………………………….…2
BAB I : PENDAHULUAN.……………….………………………………………4
⦁ Latar Belakang……………….……………..……………………………4
⦁ Tujuan…………………………………………….………………………4
BAB II : ASPEK UMUM………………………………….….………………….5
2.1 Nama Usaha.…………………………………………….…….……….5
2.2 Tempat Usaha………………………………………………………….5
2.3 Pemilik Usaha………………………………………………………….5
2.4 Bidang Usaha……………….………………………………………….5
2.5Visi/Misi.……….………………………………………….……………5
2.6 Motto….………….…………………………………….………………5
BAB III : PEMODALAN DAN BIAYA…………………………….….………..6
⦁ Perincian Keuangan……….……………………………….……….…..6
⦁ Pemodalan………………………..……..……………………………….6
⦁ Rencana Penghasilan…..…………………….………………………….6
BAB IV : ASPEK PASAR DAN PEMASARAN…………………………………7
4.1 Situasi Persaingan.………………………………………………………7
⦁ Sasran Usaha……………………………….……………………..……..7
⦁ Promosi Penjualan……………………………………………………….7
⦁ Analisis SWOT……….…………………………………………….……8
⦁ Strategi Pemasaran………….………………………….…………………9
⦁ Langkah-langkah Membuat Sate Ulat Sagu……………………………10
Bab V : RESIKO USAHA……………………………….……………………….11
⦁ Resiko dan Hambatan.…………………….…….………………………11
⦁ Situasi Persaingan……………………………………………………….11

Bab VI : PENUTUP…………………………………………………………..……12

6.1 Kesimpulan…………..…………………………….……………………12
6.2 Saran…………………………………………………….………..…….12

 

BAB I
PENDAHULUAN

⦁ 1.1 Latar Belakang
⦁ Salah satu sifat manusia adalah mengumpulkan dan memiliki kekayaan sebanyak-banyaknya. Hal ini dicapai melalui pekerjaan, salah satunya membuka usaha. Namun, kebanyakan orang bingung dengan usaha yang akan mereka buat. Alasan yang paling banyak kita temui dari orang-orang seperti ini adalah tidak adanya skill dalam membangun usaha. Hal inilah yang sangat membutuhkan kreatifitas yang tinggi dan keberanian yang luar biasa. Keberanian diperlukakn untuk mengambil resiko bila usaha tersebut gagal. Inilah yang melatarbelakangi berdirinya usaha kuliner ini.
Makanan merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak akan di tinggalkan hingga kapanpun. Tidak seperti pakaian atau fashion yang seringkali berganti model sehingga kemudian berubah dan kemudian di tinggalkan. Makanan akan selalu di butuhkan selama makhluk hidup khususnya manusia masih hidup di dunia ini.
Dengan melihat pada kebutuhan manusia akan pangan yang macamnya semakin bervariasi. Kami ingin mencoba untuk mendirikan unit usaha yang bergerak di bidang kuliner.

1.2 Tujuan
⦁ Memperkenalkan makanan khas Papua kepada masyarakat luas.
⦁ Memperkenalkan khasiat dari ulat sagu
⦁ Melestarikan budaya Papua khususnya makanan tradisional.
⦁ Mendapatkan keuntunga dari usaha ini.
⦁ Membuka lapangan kerja.
⦁ Mendapatkan nilai akhir mata pelajaran PKW.

 

BAB II
ASPEK UMUM

2.1 Nama Usaha
Seperti yang sudah tertera di atas, usaha yang akan kami dirikan ini kami beri nama “WALE PAPUA FOOD”.

2.2 Tempat Usaha
Kami berencana membuka tempat usaha ini di Kota Tomohon, tepatnya di Jln. Kakaskasen II No. 10 Tomohon Utara. Kami memilih mendirikan usaha ini di Kota Tomohon karena di Kota ini banyak pelajar yang berasal dari Papua.

2.3 Pemilik Usaha
⦁ Wilhelmina F. Tsolme
⦁ Elisabeth I. Kemong
⦁ Rivanita E. Wenda
⦁ Ipma O. N. Wantik
⦁ Imanuel Onawame

2.4 Bidang Usaha
Bidang usaha kami yaitu Kuliner dengan nama “WALE PAPUA FOOD”

2.5 Visi/Misi
⦁ Visi : Menjadi Rumah Makan Papua yang sukses dengan khas makanan yang sudah di kenal rasanya oleh masyarakat.
⦁ Misi : Membentuk usaha kuliner Papua sehingga terwujud usaha yang:
⦁ Memiliki pelayanan konsumen terbaik.
⦁ Memiliki usaha kreatif dengan penyajian berbeda dengan tidak melupakan nilai-nilai budaya Papua.

2.6 Motto
“People with passion can change the world for the better”

 

BAB III
PEMODALAN DAN BIAYA

⦁ Perincian Keuangan
Jumlah Ket.
PENERIMAAN
Penerimaan Pemodalan Rp. 35.000.000,- Investasi dari pendiri usaha
Penerimaan Pinjaman Rp. 20.000.000,- Dari proposal
Sub Total Penerimaan Rp. 55.000.000,-
PENGELUARAN
Pembelian Bahan Baku Rp. 10.000.000,-
Transport (Pengiriman Bahan Baku) Rp. 5.000.000,- Menggunakan kapal
Biaya produksi lain Rp. 5.000.000,-
Upah buruh produksi Rp. 3.000.000,-
Biaya listrik, air, telepon Rp. 7.000.000,-
Pajak Rp. 3.200.000,-
Sub Total Pengeluaran Rp. 33.200.000,-
SALDO KAS AWAL Rp. 55.000.000,-
SALDO KAS AKHIR Rp. 22.200.000,-

3.2 Pemodalan
Pemodalan usaha kami ini kami dapatkan dari dana hibah (untuk proposal yang sudah kami sebarkan), pinjaman dari bank, Penanaman modal dari investor.

3.3 Rencana Penghasilan
Jumlah produksi : 200 tusuk/hari × 31 hari = 6.200 tusuk/bulan
Disajikan dalam porsi, 1 porsi = 5 tusuk, 6200 : 5 = 1.240 porsi/bulan
Harga 1 porsi = Rp. 10.000,-
Penghasilan : 1.240 porsi/bulan × Rp. 10.000,- = Rp. 12.400.000,-/bulan
Total Penghasilan : Rp. 12.400.000,-
(Terbilang : Dua belas juta empat ratus ribu rupiah)

 

BAB IV
ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

4.1 Situasi Persaingan
Produk yang kami tawarakan merupakan produk yang yang baru di kalangan masyarakat dan masih sedikit yang membuka usaha seperti ini. Penyajiannya pun berbeda dengan makanan-makanan yang biasa diolah menjadi makanan rumahan, sehingga hal ini akan menjadikan rumah makan kami selalu diingat dan disenangi untuk mampir. Harganya pun terjangkau dan seimbang dengan khasiatnya yang banyak seperti vitamin, mencegah kolestrol, sumber energi, menambah gairah seksual, menambah stamina, meningkatkan kekebalan tubuh, menambah nafsu makan.

4.2 Sasaran Usaha
Produk ini kami ditujukan kepada semua kalangan baik remaja, dewasa, orang tua, maupun lansia disesuaikan dengan kebutuhan akan pangan dan kebutuhan para konsumen akan khasiat dari ulat sagu.

4.3 Promosi Penjualan
Kami mempromosikan produk kami dalam bentuk iklan.

iklaniklan.png

4.4 Analisis SWOT
-Internal :
⦁ Strenght (Kekuatan)
⦁ Satu-satunya rumah makan papua yang ada di Tomohon.
⦁ Bahan produk yang digunakan halal, dan berkualitas.
⦁ Bahan baku dibawa langsung dari Papua.
⦁ Dekorasi rumah makan didesain tentunya dengan menggunakan budaya Papua, sehingga konsumen merasa seperti berada di Papua.
⦁ Tempatnya strategis.
⦁ Harga terjangkau dengan pelayanan yang baik.
⦁ Memiliki website dan jejaring sosial yang dapat digunakan konsumen untuk mencari tahu tentang segala hal tentang WALE PAPUA FOOD.
⦁ Pelayan ditambah dengan penyediaan jaringan WIFI.
⦁ Selain menu sate, ulat sagu juga diolah menjadi produk yang lain, seperti, jus, kue, dan baso ulat sagu, dan juga papeda ulat sagu kuah kuning.
⦁ Selain menjual produk berupa kuliner, disini juga menjual bermacam aksesoris dari bertemakan budaya Papua, seperti noken, gantungan kunci, baju dengan berbagai motif, hiasan-hiasan rumah, dan lain-lain.
⦁ Sebagai satu-satunya pemilik, bisa menentukan harga yang dapat bersaing di pasar.
⦁ Ada banyak orang Papua yang tinggal di Kota Tomohon, sehingga bisa dipastikan adanya konsumen saat beroperasi.

-Weakness (Kelemahan)
⦁ Belum memiliki pelanggan tetap, karena usaha ini baru dibuka.
⦁ Modal awal yang terbilang besar.
⦁ Keuntungan belum bisa dipastikan.
⦁ Kurangnya tenaga kerja.
⦁ Masih belum ada yang tahu khasiat dari ulat sehingga rumah makan ini masih sepi.
⦁ Dibuka di luar wilayah Papua sehingga tidak langsung menarik minat konsumen.
⦁ Sulit untuk membuat orang percaya dengan khasiat makanan khas ini.
⦁ Sulit menarik konsumen, karena masyarakat jaman sekarang yang lebih memilih makanan luar daripada kuliner khas Indonesia.
⦁ Penawaran tidak seimbang dengan permintaan.
⦁ Karena bahan baku diambil di tempat yang jauh, sehingga ada banyak hambatan dalam proses pengiriman.
⦁ SDM masih kurang profesional dan maksimal dalam manajemen produksi, pengelolaan usaha, administrasi dan keuangan.
⦁ Promosi penjualan yang dilakukan masih belum bisa menarik konsumen.
Eksternal :
-Opportunity (Kesempatan)
⦁ Dengan adanya menu inovatif dan kreatif sehingga membuat konsumen penasaran dengan rasanya.
⦁ Jarangnya tempat kuliner yang memasang Wifi.
⦁ Lokasi strategis dan fasilitas sangat memadai.
⦁ Memiliki keukinan dan ciri khas, yaitu aksesoris ala Papua.
⦁ Menerima pesanan.
⦁ Menyediakan makanan “siap saji”.
⦁ Membuka cabang di luar kota Tomohon.
⦁ Rasa penasaran masyarakat terhadap sesuatu yang baru, apalagi yang berkaitan dengan makanan.
⦁ Dengan menu utama yang tidak hanya enak tetapi juga mempunyai banyak khasiat untuk kesehatan.

⦁-Threat (Ancaman)
⦁ Harga transportasi yang seringkali mengalami kenaikan dapat menaikan pula harga produk sehingga akan membuat konsumen memikirkan berkali-kali untuk membeli produk.
⦁ Konsumen lebih memilih makanan luar daripada makanan khas Indonesia.
⦁ Wifi terkadang memiliki gangguan.
⦁ Ada sebagian lebih memilih untuk mengolah makanan sendiri di rumah, daripada harus membeli makanan dari rumah makan yang menawarkan siap saji.

4.6 Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang kami terapkan yaitu memberikan hadiah kepada pelanggan yang berhasil menarik konsumen baru. Hadiah tersebut berupa aksesoris yang dijual di rumah makan “WALE PAPUA FOOD”, konsumen tersebut tinggal memilih salah satu.

4.7 Langkah-langkah Membuat Sate Ulat
Bahan Sate Ulat Sagu
⦁ Ulat sagu secukupnya
⦁ Tusukan sate secukupnya
⦁ Sambal kecap
⦁ Sambal kacang
⦁ Acar
Cara Membuat Sate Ulat Sagu :
⦁ Untuk mulai menyajikan sate ulat sagu, anda bisa terlebih dahulu menyiapkan lidi atau bambu yang sudah diserut kecil lalu menusukkan ulat sagu yang sudah disiapkan pada tusukan tersebut layaknya sate. Jangan menusukkan ulat sagunya terlalu rapat supaya saat dibakar nanti dapat matang merata.
⦁ Sebelum membakar sate ulat sagu, alangkah lebih baiknya menyiapkan bumbu satenya dulu supaya pada saat sate ulat sagu sudah matang dapat langsung disantap hangat-hangat. Pembuatan bumbu satenya dapat berupa bumbu kacang seperti halnya sate madura atau sederhana saja dengan hanya campuran kecap kental manis dan ulekan cabe serta pelengkap acar. Tinggal diatur sesuai selera saja karena disantap langsung tanpa tambahan bumbu juga tidak masalah.
⦁ Siapkan bara api lalu bakar sate ulat sagunya sampai matang.
⦁ Nikmati langsung atau bersama bumbu sajinya.

 

BAB V
RESIKO USAHA

5.1 Resiko dan Hambatan
⦁ Saingan dengan rumah makan lain yang sudah terkenal dimasyarkat dan sudah bisa dijamin rasanya.
⦁ Jika produk tersebut tidak laku maka akan basi dan akhirnya akan dibuang.
⦁ Jumlah pengunjung tidak pasti, kadang sepi kadang ramai.
⦁ Rasa dan selera yang tidak sesuai dengan keinginan konsumen.
⦁ Gaji karyawan.
⦁ Selera masyarakat yang mengikuti perubahan zaman.
⦁ Jika harga produk dinaikan secara tiba-tiba karena harga bahan utama, maka konsumen akan memikirkan dua kali untuk membeli produk tersebut.
⦁ Sulit mendapat modal.
⦁ Harga barang yang mengalami kenaikan secara tiba-tiba.
⦁ Kreativitas produsen yang terbatas.
⦁ Mudah menyerah jika ada masalah.
⦁ Salah perhitungan modal, keuntungan, dan pengeluaran dari awal.

5.2 Situasi Persaingan
Banyak usaha yang dibuka dalam bentuk rumah makan kuliner, namun baru beberapa yang menyajikan makanan khas Papua khususnya di luar daerah Papua, misalnya usaha kami yang kami dirikan di Manado, khusunya di Kota Tomohon. Maka dari itu, kami tidak terlalu memikirkan tentang persaingan. Tetapi, kami harus tetap memperhatikan selera, permintaa, dan keinginan dari para konsumen.

 

BAB VI
PENUTUP

6.1 Kesimpulan
Usaha ini dapat berkembang jika ada kemauan dan kerja sama dari produsen dan semua orang yang terlibat dalam usaha ini. Memang, usaha ini tidak akan langsung berkembang pesat, namun kami terus berjuang untuk terus menjalankan dan mengembagkan usaha ini agar dapat memberikan kepuasaan kepada konsumen dengan cara yang jujur.

6.2 Saran
Jangan menyerah jika ada tantangan, jadikan hal tersebut sebagai pelajaran untuk membuat kita menjadi lebih baik lagi. Dan jangan takut dalam mengambil keputusan. Nilai sebuah kesuksesan yaitu dedikasi, kerja keras, serta pengabdian pada hal-hal yang ingin kau capai.

Iklan

SMA Lokon gambaran Indonesia Mini

logo_JPG

 

Indonesia Mini
Karya Tulis

Oleh :
Wilhelmina Febrina Tsolme
1988

SMA LOKON ST. NIKOLAUS TOMOHON
2016/2017
Lembar Pengesahan

Karya tulis ini berjudul INDONESIA MINI. Karya tulis ini diajukan sebagai syarat untuk lulus dalam mata pelajaran PKW di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon dan dinyatakan sebagai karya tulis.

Hari :
Tanggal :

Disetujui oleh:

Pembimbing Akademik Agnito Moningka SS.

Guru Mata Pelajaran  Nouvry Mukuan

 

Motto
“Try To Be Better “

 

Didedikasikan Kepada :
SMA LOKON ST. NIKOLAUS TOMOHON

 

Kata pengantar
Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena kasihnya sehingga karya tulis ini selesai dan dapat dikumpulkan tepat pada waktunya. Tak lupa juga saya ingin berterima kasih kepada orang tua, guru pembimbing/pengajar, pembimbing akademik (PA), pembimbing karakter (PK), teman-teman, dan semua orang yang memberikan saran dalam pembuatan karya tulis ini.
Karya tulis ini ditulis untuk mengisi nilai tugas untuk mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKW) yang diambil nilainya sekitar 65% untuk nilai raport. Selain itu juga, kita bisa belajar menyampaikan opini kita khususnya tentang “Gejala Sosial” yang terjadi di sekitar kampus Lokon.
Kita sebagai manusia pasti punya kelemahan. Karya tulis ini dibuat oleh manusia, sehingga wajar saja jika ada kesalahan baik dalam penggunaan kata dan juga bahasa yang tidak sesuai. Maka dari itu, saya meminta para pembaca untuk memberikan kritik, saran, dan pendapat demi perbaikan karya tulis ini.

 

Sabtu, 18 Februari 2017

 

Wilhelmina Febrina Tsolme

 

INDONESIA MINI
(Hubungan social di lingkungan kampus di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon, sebagai opini pribadi)
Sejarah SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon
SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon St. Nikolaus Tomohon berdiri atas prakarsa dari suatu keluarga yang merasa terpanggil untuk mengabdikan diri pada pendidikan Indonesia. Keluarga Ronald Korompis-Wewengkang, melalui Yayasan Pendidikan “Lokon” terus menopang dan menyelenggarakan SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon St. Nikolaus mulai dari pertama kali beroperasinya sampai saat ini mampu menjadi salah satu sekolah unggulan di Indonesia. SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon St. Nikolaus memperoleh izin operasionalnya pada bulan Desember 2001, dan mulai beroperasi pada tanggal 12 Juli 2002 (tahun pelajaran 2002/2003). Institusi pendidikan ini terletak di dataran tinggi yang sejuk di kaki gunung Lokon Kakaskasen, Kota Tomohon. SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon St. Nikolaus mewajibkan semua siswanya untuk tinggal di asrama. Asrama SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon St. Nikolaus memiliki 4 buah gedung Asrama yaitu ASPI (Asrama Putri) 1, 2 dan ASPA (Asrama Putra) 1, 2. Setiap gedung 15-24 kamar, 2 buah ruang studi, sebuah ruang untuk para pamong/penjaga asrama, sebuah klinik/ruang orang sakit, ruang makan (Pantry), WC dan kamar mandi yang lengkap dan bersih. Setiap siswa dibagi atas putra dan putri untuk tinggal di asrama. Pembinaan karakter siswa yang disiplin, toleran dan memiliki kemampuan spiritual unggul menjadi fokus pengembangan siswa di asrama. Keamanan dan kenyamanan siswa terlebih dalam belajar menjadi prioritas utama dalam sistem kerja asrama merupakan aspek penopang yang ditata dengan disiplin sambil memperhatikan karakter dan kekhasan tiap siswa. Untuk mewujudkannya, setiap gedung asrama memiliki 2 orang pamong/penjaga asrama pada setiap shift kerjanya dan ditopang oleh para guru dan tenaga kependidikan yang memberikan program khusus sesuai tingkat perkembangan akademik setiap siswa.

Mengapa disebut Indonesia Mini ?
Pada kesempatan ini saya tidak hanya ingin membicarakan sejarah SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon saja, tetapi sesuatu yang lebih khas lagi dari tempat ini. Kekhasan itu mungkin saja tidak akan kalian dapatkan di tempat lain selain SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon ini yaitu Indonesia Mini. Jika kita melihat bahwa indonesia adalah negara kepulauan yg terdiri dari pulau yang banyak dan begitu luas dari sabang sampai merauke, jika kita hitung kita akan mendapatkan lebih dari 100 suku yg ada di indonesia. Nah, maka dari itu tentu masyarakat dari indonesia bagian barat belum tentu pernah mengunjungi atau bahkan bertemu dengan masyarakat dari indonesia bagian tengah ataupun timur begitupun sebaliknya. Namun tidak bagi Lokon, di sini kami adalah Lokon. Saya Siswa yang berasal dari Papua, saya mempunyai yang berasal dari Jawa, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Bali, Kalimantan. Namun tidak pernah ada kata kami berasal dari Pulau Jawa, kami berasal dari Sumatera, kami berasal dari Sulawesi, kami berasal dari Papua, Karena kami adalah Indonesia. Kami Lokon dan Kami adalah Gambaran Indonesia Mini. Maka tak heran, jika siswa-siswi SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon bisa tahu beberapa bahasa (dialeg/logat) dan juga kebudayaan yang ada di Indonesia selain daerahnya sendiri. Misalnya, siswa dari Papua bisa berbicara dengan logat Manado begitu pula sebaliknya.
Kapan kata ini dikenalkan untuk pertama kalinya ?
Tidak ada sumber yang dapat menjelaskan dengan baik kapan kata Indonesia Mini dikenalkan.
Siapa yang pertama kali mengeluarkan kata Indonesia Mini ?
Lalu siapa yang mengatakan untuk pertama kali kata Indonesia Mini ? Untuk hal ini saya belum tahu siapa yang pertama kali mengatakannya. Tetapi yang pasti, saya sangat setuju dengan beliau yang telah mengambarkan SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon yang sangat luas dengan dua kata yang mempunyai makna yang berarti. Namun, yang saya dengar dari Kakak saya yang pernah bersekolah disini bahwa orang yang pertama kali mengatakan Indonesia Mini yaitu Bapak Andi salah satu guru di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon yang mengajar mata pelajaran Sosiologi.
Pada tanggal 1 Desember 2016 kemarin, tepatnya pada hari Sabtu ada kunjugan dari salah satu Mayor yang ada di Indonesia, yakni Mayor Abbas. Dia mengatakan bahwa SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon adalah salah satu sekolah yang dipilih sebagai tempat untuk bersosialisasi dengan tema “Indonesia Bersatu”. “SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon dipilih karena begitu banyak budaya, Bahasa, suku, warna kulit, rambut, yang beragam, dan yang pasti dengan istilah Indonesia Mini” katanya. Dalam sosialisasi ini kita diminta untuk selalu menghargai perbedaan di antara kita agar kita dapat hidup dengan damai.
Tetapi kita sebagai manusia pasti membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi dengan budaya yang berbeda. Kadangkala, ada kesalahpahaman yang terjadi antara satu suku dengan suku yang lain misalnya kesalahan dalam komunikasi, perbedaan pendapat, perasaan bahwa dirinya selalu benar dan orang lain selalu salah, memilih-milih teman yang sama suku dan budaya, menghina suku lain dengan kekurangannya, dan masih banyak lagi masalah sosial yang dapat menimbulkan konflik.
Saya sangat bangga menjadi siswa SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon karena disini kita bukan hanya belajar pelajaran, tetapi juga belajar budaya dan Bahasa dan yang pasti belajar menghormati orang lain dengan kekurangan dan kelebihan yang dimiliki. Disini juga kita bisa belajar untuk menjadi pemimpin. Saya juga senang karena memiliki teman-teman yang bisa menghargai perbedaan tersebut, walaupun ada beberapa oknum yang bisa dibilang belum bisa menerima perbedaan yang pada akhirnya hanya mendatangkan konflik.
Asrama SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon
Seperti yang sudah dijelaskan di atas pada bagian sejarah bahwa SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon adalah sekolah berasrama. Maka, siswa-siswa dari berbagai daerah ini cepat bergaul dengan teman-teman dari daerah lain. Setiap hari ada 2 pamong/penjaga yang menjaga, pergantian pamong dilakukan pada sore hari. Contohnya saja di ASPI II. Asrama ini ditinggali oleh kelas 11 dan kelas 10. Namun, teman-teman dari Papua(LPMAK) dipisahkan pada kamar sendiri. Seharusnya, jika ingin bergaul lebih, mereka harus berbaur. Padahal, dulu Kakak saya, pada saat dia sekolah disini mereka biasanya digabungkan dengan siswa-siswa dari daerah lain.
Karena pemisahan kamar inilah yang membuat angkatan-angkatan sekarang menjadi angkatan yang tidak kompak. Ditambah lagi, kami, anak kelas 10 tahun ini (angkatan 15 dengan nama angkatan W15DOM) tidak ada MOS (Masa Orientasi Siswa) untuk memperkenalkan lingkungan sekolah, peraturan sekolah, cara menghormati senior, hubungan antara senior-junior, dan khusunya 5S(senyum, salam, sapa, sopan, santun) yang sudah mulai luntur di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon saat ini. Bahkan, ada yang tidak saling mengenal antara teman seangkatan.
Kurikulum di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon
SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon yang masuk dalam daftar SMA terbaik di Indonesia. Bukan hanya karna fasilitas yang lengkap tapi juga prestasi-prestasi yang didapatkan oleh para siswa SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon sehingga, para orang tua sangat ingin menyekolahkan anaknya di sekolah ini.
Terlebih kurikulum yang sekarang sedang digunakan oleh SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon adalah kurikulum 2013/K13. Pada awalnya K13 ini dipadukan dengan Sistem Kredit Semester (SKS) yang dirancang untuk memberikan keleluasaan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan sekaligus menjadi cara yang efektif untuk mempersiapkan siswa menjalani perkuliahan di perguruan tinggi. Ciri khas SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon sebagai sekolah dan asrama yang mengedepankan pendidikan karakter dengan basis Kurikulum Basis Kehidupan (KBK) / Life Based Curricullum.
Mengapa sampai para siswa dari berbagai daerah bisa ada di sini ?
Selain di kota Jogja, saya juga sering mendengar mereka mengatakan bahwa kota Tomohon adalah kota pelajar. Karena itulah banyak orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya disini khususnya di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon karena sekolah ini termaksud salah satu sekolah terbaik di Tomohon. Alasan kedua karena mayoritas orang Tomohon beragama Kristen, maka kebanyakan siswa-siswi dari Timur(NTT, Maluku, dan Papua) memilih untuk menimba ilmu di sekolah ini.
Papua kedua!
Seperti yang sudah saya jelaskan di atas bahwa banyak orang Timur Indonesia yang menimba ilmu disini khusunya orang Papua. Saking banyaknya orang Papua, sampai mereka biasanya menyebut SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon sebagai Papua kedua (sebutan khusus dari orang Papua). Saya yakin, semua siswa SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon pasti tahu arti kata “TESTO” (salah satu kata dari Papua). Mungkin sebagian siswa SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon ketika bercanda dengan teman-temannya, mereka sering mengeluarkan kata “TESTO” ini sebagai penjelasan bahwa kata-kata yang awalnya mereka bicarakan itu hanya bercanda.
MOS dan LKTD terhadap hubungan sosial di SMA Lokon St. Nikolaus
Di setiap sekolah, sebagai siswa baru pasti akan diwajibkan mengikuti MOS (Masa Orientasi Siswa). MOS biasanya diadakan oleh kelas 12. Namun, MOS di SMA Lokon St. Nikolaus sangat berbeda dari sekolah lainnya. Karena di sekolah ini sangat ditegaskan yang namanya senioritas, mereka diajarkan untuk bertanggung jawab, bagaimana bekerja dalam kelompok agar bisa kompak, tidak membeda-bedakan satu dengan yang lain dengan memandang rambut dan warna kulit, dan yang terpenting yaitu untuk melatih kepemimpinan. Namun, pada tahun ini sesuai dengan peraturan Kemendikbud, MOS akhirnya dihapuskan karena MOS mengakibatkan adanya kekerasan antara senior kepada juniornya. Sekarang siswa baru hanya mengikuti PLS (Pengenalan Lingkungan Sekolah).
Selain MOS, SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon juga mengenal apa yang disebut LKTD (Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar). Tidak berbeda jauh dengan MOS, LKTD juga mengajarkan tentang untuk bertanggung jawab, bagaimana bekerja dalam kelompok agar bisa kompak, tidak membeda-bedakan satu dengan yang lain dengan memandang rambut dan warna kulit, dan melatih kepemimpinan.
Akhir kata, siswa SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon sangat beruntung karena tidak perlu keliling Indonesia untuk belajar budaya yang ada di Indonesia. Perbedaan yang ada di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon mengajarkan kami untuk mau belajar budaya dan bahasa dari suku-suku yang ada di Indonesia tanpa membeda-bedakan warna kulit dan rambut. Jadi untuk kalian yang ingin belajar tentang suku-suku (khususnya logat) yang ada di Indonesia, bisa datang saja ke SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon di Jln. Perlombaan No. 99 Kakaskasen, Tomohon. Tidak perlu lagi keliling Indonesia untuk belajar kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia.
Saran :
⦁ Untuk Asrama, kami siswa-siswi dari Papua (LPMAK) digabungkan dengan teman-teman dari daerah lain agar kami bisa lebih dekat dengan teman-teman selain dari Papua.
⦁ Untuk pengurus OSIS, buat kegiatan yang dapat mempererat tali persaudaraan agar diantara kita tidak ada kata RASIS, memilih-milih teman, dan menghindari saling menghina satu sama lain.
⦁ Untuk para siswa, jangan memilih-milih teman, ciptakan Integrasi Nasional di SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon. Jalinlah hubungan yang baik dengan semua orang baik guru, pamong, maupun sesama siswa.

Cara Pembuatan Karya Tulis

Label:

Banyak orang merasa bahwa menulis itu sangat menbosankan.Sebab mereka merasa bahwa menulis itu merupakan pekerjaan yang sia-sia .Akan tetapi mulai sekarang mari kita hilangkan perasaan itu sebab saya memiliki banyak cara untuk membuat anda tertarik akan menulis.
Dalam hal tersebut saya akan membahas khusus dalam pembuatan karya tulis.
Kadang kala kita sering bingung bagai mana cara menulis sebuah karya tulis.Hal tersebutlah yang membuat kita jadi malas untuk menulis.Akan,tatapi mulai sekarang anda tidakusah khawatir sebab saya akan memberi tahukan kepada anda bagaimana cara penulisan sebuah karya tulis yang baik dan benar.klik Contoh karya tulis

1. Anda harus menentukan tema.
Maksudnya adalah sebelum seorang itu membuat sebuah karya tulis ia harus menentukan pa tema yang baik untuk ia buat.
Sebaiknya tema yang anda buat harus manarik,unik,dan dapat dipahami oleh orangyang membacanya.

2. Cara pembuatan halaman judul
Pembuatan halaman judul haruslah mengikuti aturan.
Yaitu sebagai berikut :
– Judul harus ditulis dengan huruf kapital semua.Namun dapat pula ditulis hanya huruf depan pada kalimat saja( kecuali kata kunjungsi).
Apa bila judul karya tulis anda terlalu panjang anda harus menulisnya seperti piramida terbalik.
contoh :
UPAYA PENINGKATAN SUMBER DAYA MANUSIA
DI INDONESIA
– Setalah penulisan judul sebaiknya anda menulis tujuan dari pada pembuatan karya tulis anda.
– Halaman judul sebaiknya jangan dibuat berwarna,agar lebih baik dibuat hitam putuh saja.
3. Halaman pengesahan
Pada halaman ini anda harus mengisikan siapa saja orang yang akan mengesahkan karya tulis yang akan anda tulis nantinya.(Lihat contoh….)

4. Kata pengantar
Hal yang harus anda isikan pada kata pengantar adalah seperti berikut
Ucapan syukur kepa Tuhan Yang Maha Esa kaena telah berhasil menyelesaikan karya tulis tersebut.
-Gambaran singkat tentang tujuan dari penulisan karya tulis tersebut.
-Ucapan terimakasih terhadap orang-orang yang telah membantu dalam menyelesaikan karya tulis tersebut.
-Permohonan kepada para pembaca agar bersedia memberikan kritikan,saran,dan pendapat demi untuk perbaikan dari pada karya tulis tersebut.
-Tanggal pembuatan karya tulis tersebu.(Biasanya terletak pada bagian paling bawah kanan dandiukuti oleh tandatangan penulis dibawahnya)lihat contoh.

5. Daftar Isi
Daftar isi biasanya ditulis setelah pembuatan karya tulis selesai dibuat oleh penulis.

6. Pendahuluan
Hal-hal yang harus di isi pada bagian ini adalah sebagai berikut,yaitu:

1.BAB I

1.1 Latar Belakang
Pada latar belakang yang perlu kita tulis adalah hal-hal yang melatar belakangi penulis untuk membuat karya tulis tersebut.Biasanya hal yang pertama dibahas dalam latar belakang adalah hal yang bersifat universal setelah itu hal yang khusus mengenai apa nantinya yang akan kita bahas.

1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah biasanya berbentuk pertanyaan,yang dimana pertanyaan tersebut yang nantinya akan kita bahas pada pokok pembahasan nantinya.

1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian berisi untuk apa penulisan karya tulis tersebut dilakukan oleh penulis.


1.4 Manfaat Penelitian
Berisikan mengenai manfaat dari pada penulisan karya tulis tersebut.Manfaat tersebut bisa buat penulis bisa juga buat para pembaca.

1.5 Ruang Lingkup Pembahasan
Manfaat dari pembatasan masalah ini agar pembahasan yang akan dibahas oleh penulis dapat dibatas.Agar nantinya pembahasannya tidak mengambang atau lari dari topik.

1.6 Ruang Sampel/Populasi
Ruang sampel /populasi merupakan seberapa banyak sampel yang akan kita teliti untuk bahan dalam penelitian kita.

2. BAB II
Pada bab ini berisikan akan hal-hal sebagai berikut,yaitu :

2.1 Landasan teori
Pada bagian ini seorang penulis harus membuat apa landasan yang ia gunakan untuk membuat suatu karya tulis tersebut.

2.2 Cara pengambilan data
Dalam hal ini apa cara /metode yang kita gunakan untuk mengumpulkan data tersebut.Metode yang digunakan biasanya metode pengamatan,wawancara,dll.

2.3 Pengelompokan data
Hal tersebut dilakukan untuk mengelompokkan data yang akan kita bahas nantinya pada bab pembahasan.

3. BAB III
Pada bab ini seorang akan membahas secara menyeluruh mengenai bahan apa yang akan penulis bahas.Yang kita bahas adalah mengenai apa yang telah kita tentukan pada rumusan masalah pada bab pendahuluan.

BAB IV
4.1 Kesimpulan
Pada bab ini seorang penulis akan menarik sebuah /beberapa kesimpulan dari apa yang telah ia kerjakan.Kesimpulan ini bertujuan agar kita mengetahui apa isi secara keseluruhan dari apa isi karya tulis tersebut.

4.2 Saran
Dalam hal tersebut seorang penulis akan memberikan beberapa saran kepada para pembaca agar para pembaca mungkin adapat melaksanakanya.

Nah,bagaimana sungguh mudah bukan membuat karya tulis?

OK selamat mencoba
SUKSES!!!

Sumber : http://adriansantana.blogspot.co.id/2010/03/cara-pembuatan-karya-tulis_11.html

Contoh Makalah tentang Narkoba

Makalah Tentang Narkoba

Mata Pelajaran Pendidikan

Jasmani dan Olah Raga

 

 

 

 

 

 

Oleh :

Wilhelmina Febrina Tsolme/1988

X-IIS E

 

 

 

SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon

2016

 

KATA PENGANTAR

 

 

 

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Karena rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan makalah tentang “narkoba”.

Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penyusunan maklah ini.

Saya menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, saya mengharapkan saran dan kritik membangun yangg dtunjukan demi kesempurnan makalah ini. semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi semua pihak.

 

 

 

Tomohon, 27 Oktober 2016

 

 

Penyusun

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

JUDUL.……………………………..…………………..…………………………………………………………………………………….1

KATA PENGANTAR.……………………………………………………………………………………………………………………….2

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………………………………………3

BAB I (PENDAHULUAN)…………………………………………………………………………………………………………………4

Wacana Pembuka……..…………………………………………………………………………………………………………………4

Perumusan masalah………………………………………………………..……………………………………………………………4

Tujuan………………………………………………………………………………………………………………………………………….4

Manfaat………………………………………………………………………………………………………………………………………5

BAB II (NARKOBA)………………………………………….……………………………………………………………………………5

Pengertian Narkoba………….…………………………………………………………………………………………………………5

Penyebaran Narkoba……………………………………………………………………………………………………………………6

Efek Narkoba………………………………………………………………………………………………………………………………6

Jenis-jenis Narkoba……………………………………………………………………………………………………………………….7

Faktor Penyalahgunaan Narkoba……………………………………………………………………………………………………8

Manfaat Narkoba…………………………………………………………………………………………………………………………8

BAB III (PENUTUP) ……………………………………………………………………………………………………………………..10

Simpulan……………………………………………………………………………………………………………………………………10

Saran…………………………………………………………………………………………………………………………………………10

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. WACANA PEMBUKA

Di beberapa negara tumbuhan ini tergolong narkotika, walau tidak terbukti bahwa pemakainya menjadi kecanduan, berbeda dengan obat-obatan terlarang yang berdasarkan bahan kimiawi dan merusak sel-sel otak, yang sudah sangat jelas bahayanya bagi umat manusia. Di antara pengguna ganja, beragam efek yang dihasilkan, terutama euphoria (rasa gembira) yang berlebihan, serta hilangnya konsentrasi untuk berpikir di antara para pengguna tertentu.

Efek negatif secara umum adalah bila sudah menghisap maka pengguna akan menjadi malas dan otak akan lamban dalam berpikir. Namun, hal ini masih menjadi kontroversi, karena tidak sepenuhnya disepakati oleh beberapa kelompok tertentu yang mendukung medical marijuana dan marijuana pada umumnya. Selain diklaim sebagai pereda rasa sakit, dan pengobatan untuk penyakit tertentu (termasuk kanker), banyak juga pihak yang menyatakan adanya lonjakan kreatifitas dalam berfikir serta dalam berkarya (terutama pada para seniman dan musisi.

Berdasarkan penelitian terakhir, hal ini (lonjakan kreatifitas), juga di pengaruhi oleh jenis ganja yang digunakan. Salah satu jenis ganja yang dianggap membantu kreatifitas adalah hasil silangan modern “Cannabis indica” yang berasal dari India dengan “Cannabis sativa” dari Barat, dimana jenis Marijuana silangan inilah yang merupakan tipe yang tumbuh di Indonesia.

Efek yang dihasilkan juga beragam terhadap setiap individu, dimana dalam golongan tertentu ada yang merasakan efek yang membuat mereka menjadi malas, sementara ada kelompok yang menjadi aktif, terutama dalam berfikir kreatif (bukan aktif secara fisik seperti efek yang dihasilkan Methamphetamin). Marijuana, hingga detik ini, tidak pernah terbukti sebagai penyebab kematian maupun kecanduan. Bahkan, di masa lalu dianggap sebagai tanaman luar biasa, dimana hampir semua unsur yang ada padanya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Hal ini sangat bertolak belakang dan berbeda dengan efek yang dihasilkan oleh obat-obatan terlarang dan alkohol, yang menyebabkan penggunanya menjadi kecanduan hingga tersiksa secara fisik, dan bahkan berbuat kekerasan maupun penipuan (aksi kriminal) untuk mendapatkan obat-obatan kimia buatan manusia itu.

 

  1. PERUMUSAN MASALAH

Apa  pengertian  dari  narkoba?

Bagaimana penyebaran narkoba di masyarakat?

Efek apa yang disebabkan oleh narkoba?

Apa  saja  jenis-jenis narkoba?

 

 

 

  1. TUJUAN

Untuk  mengetahui  apa itu narkoba.

Untuk  mengetahui  bagaimana penyebaran narkoba di kalangan masyarakat.

Untuk mengetahui efek dari narkoba.

Untuk  mengetahui  jenis-jenis  narkoba.

 

  1. MANFAAT

Mengetahui  seberapa bahayanya jika mengkonsumsi narkoba.

Efek-efek apa saja jika menggunakan narkoba.

Mengetahui apa sebenarnya guna narkoba.

 

 

BAB  II

NARKOBA

  1. PENGERTIAN NARKOBA

Narkoba dan Napza Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan obat berbahaya. Napza adalah singkatan dari Narkotika Alkohol Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya. Nikotik secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yang artinya ‘kelenger’, merujuk pada sesuatu yang bisa membuat seseorang tak sadarkan diri (fly), sedangkan dalam bahasa Inggris narcotic lebih mengarah ke obat yang membuat penggunanya kecanduan.

Narkotika secara farmakologik adalah opioida, tetapi menurut UU no 22, tahun 1997 narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Seiring berjalannya waktu keberadaan narkoba bukan hanya sebagai penyembuh namun justru menghancurkan. Awalnya narkoba masih digunakan sesekali dalam dosis kecil dan tentu saja dampaknya tak terlalu berarti. Namun perubahan jaman dan mobilitas kehidupan membuat narkoba menjadi bagian dari gaya hidup, dari yang tadinya hanya sekedar perangkat medis, kini narkoba mulai tenar digaungkan sebagai dewa dunia, penghilang rasa sakit.

Alkohol adalah minuman yang mengandung etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan distilasi atau fermentasi tanpa distilasi, baik dengan cara memberikan perlakuan terlebih dahulu atau tidak, menambahkan bahan lain atau tidak, maupun yang diproses dengan cara mencampur konsentrat dengan etanol atau dengan cara pengenceran minuman yang mengandung etanol.

Yang dimaksud dengan narkotika meliputi :

Golongan Opiat : heroin, morfin, madat, dan lain-lain. Golongan Kanabis : ganja, hashish.

Golongan Koka : kokain, crack.

Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Zat Adiktif Lainnya adalah bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan.

Psikotropika menurut Undang-undang Nomor 5 tahun 1997 meliputi ectasy, shabu-shabu, LSD, obat penenang/obat tidur, obat anti depresi dan anti psikosis. Zat psikotropika yang sering disalahgunakan (menurut WHO 1992) adalah :

Alkohol : Semua minuman beralkohol yang mengandung etanol (Etil alkohol).

Opioida : heroin, morfin, pethidin, candu.

Kanabinoida : Ganja, hashish.

Sedativa/hipnotika : obat penenang/obat tidur.

Kokain : daun koka, serbuk kokain, crack.

Stimulansia lain, termasuk kafein, ectasy, dan shabu-shabu. Halusinogenika, LSD,mushroom, mescalin.

Tembakau (mengandung nikotin). Pelarut yang mudah menguap seperti aseton dan lem. Multipel (kombinasi) dan lain-lain, misalnya kombinasi heroin dan shabu-shabu, alkohol dan obat tidur. Zat adiktif lain termasuk inhalansia (aseton, thinner cat, lem, nikotin, kafein).

  1. PENYEBARAN NARKOBA

Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas, pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela. Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.

  1. EFEK  NARKOBA

Halusinogen, efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain & LSD

Stimulation, efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu , dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu

Depresan, efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri. Contohnya putaw. Adiktif, Seseorang yang sudah mengkonsumsi narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif , karena secara tidak langsung narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak, contohnya ganja, heroin , putaw. Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian.

Psilocin, sebuah obat halusinogen yang diperoleh dari jamur (Psilocybe mexicana). Efek yang timbul seperti dilatasi pupil, kegelisahan atau gejolak, euforia, terbuka dan mata tertutup visual (menengah umum pada dosis tinggi), sinestesia (mis. pendengaran melihat warna dan suara), meningkat suhu tubuh, sakit kepala, berkeringat dan menggigil, dan mual.

sabu-sabu, adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik. Dipasarkan untuk kasus parah gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian. Efek fisik dapat mencakup anoreksia, hiperaktif, pupil melebar, kemerahan, kegelisahan, mulut kering, sakit kepala, takikardia, Bradycardia, tachypnea, hipertensi, hipotensi, hipertermia, diaphoresis, diare, sembelit, penglihatan kabur, pusing, berkedut, insomnia, kesemutan, jantung berdebar , aritmia, jerawat, pucat, kejang-kejang, serangan jantung, stroke, dan kematian dapat terjad

  1. JENIS-JENIS NARKOBA

Adapun jenis-jenis narkoba, yaitu :

  1. Heroin

Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil dari morfin (karena itulah namanya adalah diasetilmorfin) dan disintesiskan darinya melalui asetilasi. Bentuk kristal putihnya umumnya adalah garam hidroklorida, diamorfin hidroklorida. Heroin dapat menyebabkan kecanduan. Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis opioid alkaloid.

  1. Ganja

Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat narkotika pada bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang berkepanjangan tanpa sebab).

Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara berkembang. Di India, sebagian Sadhu yang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap Hashish melalui pipa Chilam/Chillum, dan dengan meminum Bhang.

  1. Narkotika

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang menyebabkan pengaruh bagi pengguannya. Pengaruh tersebut berupa pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat , halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan yang menyebabkan efek ketergantungan bagi pemakainya.

  1. FAKTOR PENYALAHGUNAAN NARKOBA

Penyalahgunaan narkoba ada beberapa faktor  yaitu:

  1. Lingkungan sosial

Motif ingin tahu: di masa remaja seseoraang lazim mempunyai rasa ingin lalu setelah itu ingin mencobanya. misalnya dengan mengenal narkotika, psykotropika maupun minuman keras atau bahan berbahaya lainnya.

Adanya kesempatan: karena orang tua sibuk dengan kegiatannya masing-masing, mungkin juga karena kurangnya rasa kasih saying dari keluarga ataupun karena akibat dari broken home.

Sarana dan prasarana: karena orang tua berlebihan memberikan fasilitas dan uang yang berlebihan, merupakan sebuah pemicu untuk menyalahgunakan uang tersebut untuk membeli narkotika untuk memuaskan rasa keingintahuan mereka.

  1. Kepribadian

Rendah diri : perasaan rendah diri di dalam pergaulan di masayarakat ataupun di lingkungan sekolah, kerja dsb, mereka mengatasi masalah tersebut dengan cara menyalahgunakan narkotik, psykotropika maupun minuman keras yang dilakukan untuk menutupi kekurangan mereka tersebut sehingga mereka memperoleh apa yang diinginkan seperti lebih aktif dan berani. Emosional dan mental : Pada masa-masa ini biasanya mereka ingin lepas dari segala aturan-aturan dari orang tua mereka. Dan akhirnya sebagai tempat pelarian yaitu dengan menggunakan narkotik, psikotropika dan minuman keras lainnya. Lemahnya mental seseorang akan lebih mudah dipengaruhi oleh perbuatan-perbuatan negatif yang akhirnya menjurus ke arah penggunaan narkotik, psikotropika dan minuman keras lainnya.

  1. MANFAAT NARKOBA

Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.

Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan.

Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.

Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan.

Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.

Tanaman ini ditemukan hampir disetiap negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai membudidayakannya dalam rumah kaca.

Morfin adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurangi rasa lapar, merangsang batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pasien morfin juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk. Kata “morfin” berasal dari Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.

Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu metabolisme sel menjadi sangat cepat. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.

Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

  1. KESIMPULAN

Narkoba adalah obat obatan terlarang yang jika dikonsumsi mengakibatkan kecanduan dan  jika terlalu lama dan sudah ketergantungan narkoba maka lambat laun organ dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian.

Narkoba pun ada berbagai jenis seperti: heroin, ganja, putaw, kokain, sabu-sabu,dan alkoholpun termasuk dalam golongan narkoba.

Manfaat yang dirasakan hanyalah sesaat. Tapi mudhorotnya jelas banyak sekali. Banyak organ tubuh menjadi rusak. palagi bila pakai obat bius. Dalah-salah pada saat operasi (karena suatu kejadian) bakal tak mampu lagi bius bagi para penggunanya. Yang pasti biaya untuk bisa mengkonsumsi barang-barang haram itu, sangatlah mahal. Salah-salah bisa masuk bui, kalau ketangkep aparat.

  1. SARAN

Diharapkan setelah penulis menyusun makalah ini masyarakat sadar akan bahayanya mengkonsumsi narkoba dan menyalah gunakan narkoba.

Karena jika salah seorang sudah menggunakan narkoba dan kecanduan, orang tersebut akan mengalami jantung yang berdebar-debar, mering menguap, mengeluarkan air mata berlebihan, mengeluarkan keringat berlebihan, mengalami nyeri kepala, mengalami nyeri/nilu sendi-sendi.

 

Koperasi

 

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Lompat ke: navigasi, cari

Cloyne Court Hotel, koperasi di Berkeley, Amerika Serikat

Koperasi konsumen di Inggris membentuk pergerakan koperasi internasional yang pertama

Koperasi adalah organisasibisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama.[1] Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomirakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.[2]

Prinsip[sunting | sunting sumber]

Prinsip koperasi adalah suatu sistemide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama.[3]Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah

Di Indonesia sendiri telah dibuat UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Prinsip koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah:

  • Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
  • Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
  • Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
  • Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
  • Kemandirian
  • Pendidikan perkoperasian
  • Kerjasama antar koperasi

Prinsip Koperasi berdasarkan UU No. 17 Th. 2012, yaitu:

  • Modal terdiri dari simpanan pokok dan surat modal koperasi(SMK)

Jenis[sunting | sunting sumber]

Jenis Koperasi menurut fungsinya[sunting | sunting sumber]

  • Koperasi pembelian/pengadaan/konsumsi adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi pembelian atau pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan anggota sebagai konsumen akhir. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pembeli atau konsumen bagi koperasinya.
  • Koperasi penjualan/pemasaran adalah koperasi yang menyelenggarakan fungsi distribusi barang atau jasa yang dihasilkan oleh anggotanya agar sampai di tangan konsumen. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pemasok barang atau jasa kepada koperasinya.
  • Koperasi produksi adalah koperasi yang menghasilkan barang dan jasa, dimana anggotanya bekerja sebagai pegawai atau karyawan koperasi. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pekerja koperasi.
  • Koperasi jasa adalah koperasi yang menyelenggarakan pelayanan jasa yang dibutuhkan oleh anggota, misalnya: simpan pinjam, asuransi, angkutan, dan sebagainya. Di sini anggota berperan sebagai pemilik dan pengguna layanan jasa koperasi.

Apabila koperasi menyelenggarakan satu fungsi disebut koperasi tunggal usaha (single purpose cooperative), sedangkan koperasi yang menyelenggarakan lebih dari satu fungsi disebut koperasi serba usaha (multi purpose cooperative).

Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah kerja[sunting | sunting sumber]

  • Koperasi Primer

Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang perseorangan.

  • Koperasi Sekunder

Adalah koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi serta memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer. Koperasi sekunder dapat dibagi menjadi :

  • koperasi pusat – adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi primer
  • gabungan koperasi – adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat
  • induk koperasi – adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan koperasi

Jenis Koperasi menurut status keanggotaannya[sunting | sunting sumber]

  • Koperasi produsen adalah koperasi yang anggotanya para produsen barang/jasa dan memiliki rumah tangga usaha.
  • Koperasi konsumen adalah koperasi yang anggotanya para konsumen akhir atau pemakai barang/jasa yang ditawarkan para pemasok di pasar.

Kedudukan anggota di dalam koperasi dapat berada dalam salah satu status atau keduanya. Dengan demikian pengelompokkan koperasi menurut status anggotanya berkaitan erat dengan pengelompokan koperasi menurut fungsinya.

Keunggulan[sunting | sunting sumber]

Kemungkinan koperasi untuk memperoleh keunggulan komparatif dari perusahaan lain cukup besar mengingat koperasi mempunyai potensi kelebihan antara lain pada skala ekonomi, aktivitas yang nyata, faktor-faktor precuniary, dan lain-lain.

Kewirausahaan[sunting | sunting sumber]

Kewirausahaan koperasi adalah suatu sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif, dengan mengambil prakarsa inovatif serta keberanian mengambil risiko dan berpegang teguh pada prinsip identitas koperasi, dalam mewujudkan terpenuhinya kebutuhan nyata serta peningkatan kesejahteraan bersama.[5] Dari definisi tersebut, maka dapat dikemukakan bahwa kewirausahaan koperasi merupakan sikap mental positif dalam berusaha secara koperatif[5]
Tugas utama wirakop adalah mengambil prakarsa inovatif, artinya berusaha mencari, menemukan, dan memanfaatkan peluang yang ada demi kepentingan bersama.[5] Kewirausahaan dalam koperasi dapat dilakukan oleh anggota, manajerbirokrat yang berperan dalam pembangunan koperasi dan katalis, yaitu orang yang peduli terhadap pengembangan koperasi.[5]

Pengurus[sunting | sunting sumber]

Pengurus koperasi dipilih dari kalangan dan oleh anggota dalam suatu rapat anggota.[6] Ada kalanya rapat anggota tersebut tidak berhasil memilih seluruh anggota Pengurus dari kalangan anggota sendiri.[6] Hal demikian umpamanya terjadi jika calon-calon yang berasal dari kalangan-kalangan anggota sendiri tidak memiliki kesanggupan yang diperlukan untuk memimpin koperasi yang bersangkutan, sedangkan ternyata bahwa yang dapat memenuhi syarat-syarat ialah mereka yang bukan anggota atau belum anggota koperasi (mungkin sudah turut dilayani oleh koperasi akan tetapi resminya belum meminta menjadi anggota).[6]

Koperasi di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Koperasi di Indonesia, menurut UU tahun 1992, didefinisikan sebagai badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.[4] Di Indonesia, prinsip koperasi telah dicantumkan dalam UU No. 12 Tahun 1967 dan UU No. 25 Tahun 1992.[4]
Prinsip koperasi di Indonesia kurang lebih sama dengan prinsip yang diakui dunia internasional dengan adanya sedikit perbedaan, yaitu adanya penjelasan mengenai SHU (Sisa Hasil Usaha).[4]

Permendikbud 4-2012 Lampiran.pdf

Logo Gerakan Koperasi Indonesia (1960an-2012)

Sejarah koperasi di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya.[7] Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak.[7] Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.[7]

Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi).[7] Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi.[7] Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman.[7] Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda.[8] De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian.[7] Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon.[7] Ia juga menganjurkan mengubah Bank tersebut menjadi koperasi.[7] Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik.[7] Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi.[7] Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI).[7] Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.[7]

Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena:[9]
1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi.
2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.
3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang membahayakan pemerintah jajahan itu.

Mengantisipasi perkembangan koperasi yang sudah mulai memasyarakat, Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan perundangan tentang perkoperasian. Pertama, diterbitkan Peraturan Perkumpulan Koperasi No. 43, Tahun 1915, lalu pada tahun 1927 dikeluarkan pula Peraturan No. 91, Tahun 1927, yang mengatur Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi bagi golongan Bumiputra. Pada tahun 1933, Pemerintah Hindia-Belanda menetapkan Peraturan Umum Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi No. 21, Tahun 1933. Peraturan tahun 1933 itu, hanya diberlakukan bagi golongan yang tunduk kepada tatanan hukum Barat, sedangkan Peraturan tahun 1927, berlaku bagi golongan Bumiputra. Diskriminasi pun diberlakukan pada tataran kehidupan berkoperasi [10]

Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat.[8] Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve.[8]
Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi.[8] Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.[8]

Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya.[9] Pada tahun 1942Jepang menduduki Indonesia.[9] Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai.[9] Awalnya koperasi ini berjalan mulus.[9] Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.[9]

Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya.[9] Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.[9] Sekaligus membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya (Bandung sebagai ibukota provinsi sedang diduduki oleh tentara Belanda)[11].

Fungsi dan peran koperasi Indonesia[sunting | sunting sumber]

Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.[3]

Koperasi berlandaskan hukum[sunting | sunting sumber]

Koperasi berbentuk Badan Hukum menurut Undang-Undang No.12 tahun 1967 adalah [Organisasi]] ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama, berdasarkan asas kekeluargaan.[12] Kinerja koperasi khusus mengenai perhimpunan, koperasi harus bekerja berdasarkan ketentuan undang-undang umum mengenai organisasi usaha (perseorangan, persekutuan, dsb.) serta hukum dagang dan hukum pajak.[13]

Lambang[sunting | sunting sumber]

Arti Lambang Koperasi[sunting | sunting sumber]

Arti dari Lambang yang sudah tidak digunakan :

No Lambang Arti
1 Gerigi roda/ gigi roda Upaya keras yang ditempuh secara terus menerus. Hanya orang yang pekerja keras yang bisa menjadi calon Anggota dengan memenuhi beberapa persyaratannya.
2 Rantai (di sebelah kiri) Ikatan kekeluargaan, persatuan dan persahabatan yang kokoh. Bahwa anggota sebuah Koperasi adalah Pemilik Koperasi tersebut, maka semua Anggota menjadi bersahabat, bersatu dalam kekeluargaan, dan yang mengikat sesama anggota adalah hukum yang dirancang sebagai Anggaran Dasar (AD) / Anggaran Rumah Tangga (ART) Koperasi. Dengan bersama-sama bersepakat mentaati AD/ART, maka Padi dan Kapas akan mudah diperoleh.
3 Kapas dan Padi (di sebelah kanan) Kemakmuran anggota koperasi secara khusus dan rakyat secara umum yang diusahakan oleh koperasi. Kapas sebagai bahan dasar sandang (pakaian), dan Padi sebagai bahan dasar pangan (makanan). Mayoritas sudah disebut makmur-sejahtera jika cukup sandang dan pangan.
4 Timbangan Keadilan sosial sebagai salah satu dasar koperasi. Biasanya menjadi simbol hukum. Semua Anggota koperasi harus adil dan seimbang antara “Rantai” dan “Padi-Kapas”, antara “Kewajiban” dan “Hak”. Dan yang menyeimbangkan itu adalah Bintang dalam Perisai.
5 Bintang dalam perisai Dalam perisai yang dimaksud adalah Pancasila, merupakan landasan idiil koperasi. Bahwa Anggota Koperasi yang baik adalah yang mengindahkan nilai-nilai keyakinan dan kepercayaan, yang mendengarkan suara hatinya. Perisai bisa berarti “tubuh”, dan Bintang bisa diartikan “Hati”.
6 Pohon Beringin Simbol kehidupan, sebagaimana pohon dalam Gunungan wayang yang dirancang oleh Sunan Kalijaga. Dahan pohon disebut kayu (dari bahasa Arab “Hayyu”/kehidupan). Timbangan dan Bintang dalam Perisai menjadi nilai hidup yang harus dijunjung tinggi.
7 Koperasi Indonesia Koperasi yang dimaksud adalah koperasi rakyat Indonesia, bukan Koperasi negara lain. Tata-kelola dan tata-kuasa perkoperasian di luar negeri juga baik, namun sebagai Bangsa Indonesia harus punya tata-nilai sendiri.
8 Warna Merah Putih Warna merah dan putih yang menjadi background logo menggambarkan sifat nasional Indonesia.

Arti Lambang Koperasi Baru[sunting | sunting sumber]

  1. Lambang Koperasi Indonesia terkini dalam bentuk gambar bunga yang memberi kesan akan perkembangan dan kemajuan terhadap perkoperasian di Indonesia, mengandung makna bahwa Koperasi Indonesia harus selalu berkembang, cemerlang, berwawasan, variatif, inovatif sekaligus produktif dalam kegiatannya serta berwawasan dan berorientasi pada keunggulan dan teknologi;
  2. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk gambar 4 (empat) sudut pandang melambangkan arah mata angin yang mempunyai maksud Koperasi Indonesia:
    • Sebagai gerakan koperasi di Indonesia untuk menyalurkan aspirasi;
    • Sebagai dasar perekonomian nasional yang bersifat kerakyatan;
    • Sebagai penjunjung tinggi prinsip nilai kebersamaan, kemandirian, keadilan dan demokrasi;
    • Selalu menuju pada keunggulan dalam persaingan global.
  3. Lambang Koperasi Indonesia dalam bentuk Teks Koperasi Indonesia memberi kesan dinamis modern, menyiratkan kemajuan untuk terus berkembang serta mengikuti kemajuan zaman yang bercermin pada perekonomian yang bersemangat tinggi, teks Koperasi Indonesia yang berkesinambungan sejajar rapi mengandung makna adanya ikatan yang kuat, baik di dalam lingkungan internal Koperasi Indonesia maupun antara Koperasi Indonesia dan para anggotanya;
  4. Lambang Koperasi Indonesia yang berwarna Pastel memberi kesan kalem sekaligus berwibawa, selain Koperasi Indonesia bergerak pada sektor perekonomian, warna pastel melambangkan adanya suatu keinginan, ketabahan, kemauan dan kemajuan serta mempunyai kepribadian yang kuat akan suatu hal terhadap peningkatan rasa bangga dan percaya diri yang tinggi terhadap pelaku ekonomi lainnya;
  5. Lambang Koperasi Indonesia dapat digunakan pada papan nama kantor, pataka, umbul-umbul, atribut yang terdiri dari pin, tanda pengenal pegawai dan emblem untuk seluruh kegiatan ketatalaksanaan administratif oleh Gerakan Koperasi di Seluruh Indonesia;
  6. Lambang Koperasi Indonesia menggambarkan falsafah hidup berkoperasi yang memuat :
    • Tulisan : Koperasi Indonesia yang merupakan identitas lambang;
    • Gambar : 4 (empat) kuncup bunga yang saling bertaut dihubungkan bentuk sebuah lingkaran yang menghubungkan satu kuncup dengan kuncup lainnya, menggambarkan seluruh pemangku kepentingan saling bekerja sama secara terpadu dan berkoordinasi secara harmonis dalam membangun Koperasi Indonesia;
    • Tata Warna :
      1. Warna hijau muda dengan kode warna C:10,M:3,Y:22,K:9
      2. Warna hijau tua dengan kode warna C:20,M:0,Y:30,K:25
      3. Warna merah tua dengan kode warna C:5,M:56,Y:76,K:21
      4. Perbandingan skala 1 : 20.

Penggunaan Lambang Koperasi Baru[sunting | sunting sumber]

Logo Baru Koperasi Indonesia

Sesuai dengan Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ( Permen KUKM ) NOMOR : 02/Per/M.KUKM/IV/2012 tentang Penggunaan Lambang Koperasi Indonesia , maka mulai tanggal 12 April 2012 telah terjadi penggantian lambang koperasi.

Pada Pasal 2 tertulis bahwa :

“Bagi Gerakan Koperasi diseluruh Indonesia agar segera menyesuaikan penggunaan lambang koperasi Indonesia, sebagaimana pada Lampiran Peraturan Menteri ini.”

Pada Pasal 3 tertulis :

“Bagi koperasi yang masih memiliki kop surat dan tatalaksana administrasi lainnya dengan menggunakan lambang koperasi Indonesia yang lama, diberi kesempatan selambat-lambatnya pada tanggal 12 Juli 2012 telah menyesuaikan dengan lambang koperasi Indonesia yang baru.”

Dan pada pasal 6 tertulis bahwa :

“Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri ini maka Lambang Koperasi yang lama dinyatakan tidak berlaku.”

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^(Inggris)O’Sullivan, Arthur; Steven M. Sheffrin (2003). Economics: Principles in action. Upper Saddle River, New Jersey 07458: Pearson Prentice Hall. p. 202. ISBN 0-13-063085-3.  Cite uses deprecated parameter |coauthors= (bantuan)
  2. ^Ningsih, Murni Iran Koperasi
  3. ^abHans, Prinsip-prinsip Koperasi dan Undang-undang Koperasi, Direktorat Jenderal Koperasi, 1980
  4. ^abcdHendar & Kusnadi, Ekonomi Koperasi, Lembaga Penerbit FEUI, 2005, hal 18-23
  5. ^abcdHendar & Kusnadi, Ekonomi Koperasi, Lembaga Penerbit FEUI, 2005, hal 206-216
  6. ^abcDjazh, Dahlan Pengtahuan Koprasi (Jakarta: PN Balai Pustaka, 1980) hlm. 162,163
  7. ^abcdefghijklmDjazh, Dahlan Pengetahuan Koperasi (Jakarta: PN Balai Pustaka, 1980) hlm. 16
  8. ^abcde[1], Kementrian Koperasi dan UKM, 24 Juni 2011
  9. ^abcdefghDjazh, Dahlan Pengtahuan Perkoprasian (Jakarta: PN Balai Pustaka, 1977) hlm. 26,27
  10. ^Komitmen Pak Harto Terhadap Koperasi
  11. ^Komitmen Pak Harto Terhadap Koperasi
  12. ^Nunkener, Hans M Hukum Koperasi (Bandung: Alumni, 1981) hlm.12
  13. ^Chaniago, Arifinal Ekonomi dan Koperasi(Bandung : CV Rosda Bandung 1983) hlm. 29

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Koperasi

KEBUGARAN JASMANI

 

 

  1. Pengertian Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan tubuh untuk melakukan penyesuaian (adaptasi) terhadap pembebanan fisik yang diberikan kepadanya (dari kerja yang dilakukan sehari-hari) tanpa menimbulkan kelelahan berlebihan yang berarti.

Seseorang yang memiliki kondisi fisik yang baik, maka dari orang tersebut akan tampak:

  1. Peningkatan dalam kemampuan system sirkulasi dan kerja jantung.

  2. Peningkatan dalam kekuatan, kelentukan, stamina, kecepatan, dan lain-lain yang merupakan komponen kondisi fisik.

  3. Ekonomi gerakan yang lebih baik pada waktu latihan.

  4. Pemulihan yang lebih cepat dalam organ-organ tubuh setelah latihan.

  5. Respons yang cepat dari organ tubuh kita apabila sewaktu-waktu diperlukan.

Sumber: LKS Penjas Orkes “Privat” Adi Perkasa dan buku pegangan guru Penjas Orkes, Yudistira.

  1. Unsur-unsur Kebugaran Jasmani

Dalam pembinaan kondisi fisik untuk meningkatkan kebugaran jasmani, kita perlu mengenal unsur-unsur kebugaran jasmani yang perlu dilatih. Unsur-unsur kebugaran jasmani tersebut, antara lain; kekuatan,daya tahan otot jantung dan paru-paru, kelincahan, daya ledak (power), dan kelentukan. Unsur-unsur kebugaran jasmani tersebut dapat dilatih dalam bentuk, seperti; circuit training, interval training, kalestenik, jogging, dan aerobic.

  1. Manfaat Latihan Kebugaran Jasmani

Manfaat melakukan latihan kebugaran jasmani secara teratur dan benar dalam jangka waktu yang cukup adalah sebagai berikut:

  1. Mempertahankan dan meningkatkan taraf kesegaran jasmani yang baik.

  2. Mengadakan koreksi terhadap kesalahan sikap dan gerak.

  3. Membentuk sikap dan gerak.

  4. Membentuk kondisi fisik (kekuatan otot, kelincahan, ketahanan, keluesan, dan kecepatan).

  5. Membentuk berbagai sikap kejiwaan (membentuk keberanian, kepercayaan, dan kesiapan diri, serta kesanggupan bekerja sama.

  6. Memberikan rangsangan bagi pertumbuhan tubuh, khususnya bagi anak-anak.

  7. Memupuk rasa tangung jawab terhadap kesehatan diri sendiri dan masyarakat.

  8. Bentuk-bentuk Latihan Kebugaran Jasmani

Bentuk-bentuk latihan kebugaran jasamni tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Latihan kekuatan otot lengan, yaitu:

1)    Berjongkok bertumpu pada telapak tangan.

Cara melakukannya:

  1. a)    Mula-mula sikap badan jongkok, kedua kaki sedikit rapat, kedua tangan lurus berada diantara kedua paha mendekati lutut dan telapak tangan terbuka, serta manumpu pada lantai.

  2. b)    Kemudian sentuhkan paha ke bagian dalam dekat dengan siku tangan.

  3. c)     Lalu angkatlah kedua kaki ke atas secara perlahan-lahan hingga lepas dari lantai. Siku dapat berfungsi sebagai penahan pada paha.

  4. d)    Sikap ini dipertahankan selama 5 s/d 8 detik.

2)    Latihan push-up, caranya:

  1. a)    Mula-mula tidur telungkup, kedua kaki dirapatkan lurus di belakang dan ujung kaki bertumpu pada lantai.

  2. b)    Kedua telapak tangan di samping dada, jari-jari tangan menunjuk ke depan, dan kedua siku ditekuk.

  3. c)     Kemudian, angkatlah badan ke atas hingga kedua tangan lurus. Badan dan kaki berada dalam satu garis lurus.

  4. d)    Lalu, badan diturunkan kembali dengna jalan membengkokkan kedua sikut. Badan dan kedua kaki tetap lurus serta tidak menyentuh lantai.

  5. e)     Gerakan ini dilakukan berulang-ulang selama 15 hingga 30 detik.

  6. Latihan kekuatan otot perut

Bentuk latihan kekuatan otot perut yaitu sit up. Cara melakukannya:

1)    Mula-mula tidur terlentang, kedua lutut ditekuk, dan kedua tangan diletakkan di belakang kepala.

2)    Kemudian, badan diangkat ke atas hingga dalam posisi duduk. Tetapi kedua tangan tetap berada di belakang kepala.

3)    Gerakan ini dilakukan sebanyak-banyaknya 15 hingga 30 detik, serta dapat dilakukan dengan bantuan teman.

  1. Latihan kekuatan otot punggung

Bentuk latihan kekuatan otot punggung, yaitu back lift. Cara melakukannya:

1)    Mula-mula tidur telungkup, kaki rapat, dan kedua tangan berpegangan di belakang kepala.

2)    Kemudian, angkatlah badan sehingga dada tidak menyentuh ke lantai, tetapi posisi tetap menyentuh lantai. Agar posisi kaki tetap masih menyentuh lantai, pergelangan kaki bias dipegang oleh teman dan dapat juga tidak dipegang.

3)    Gerakan ini dilakukan berulang-ulang selama 15 hingga 30 detik.

  1. Latihan kekuatan otot lengan dan bahu

Bentuk latihan kekuatan otot lengan dan bahu, yaitu kereta sorong. Cara melakukannya:

1)    Latihan ini dilakukan berpasang-pasangan, satu orang melakukan berjalan dengan tangan dan temannya membantu memegang/mengangkat kedua kaki orang yang melakukan latihan.

2)    Latihan ini dilakukan berulang-ulang secara bergantian. Jarak tempuh berjalan dengan tangan tersebut kira-kira 10 hingga 20 meter.

      jawab pertanyaan di bawah ini !

  1. sebutkan unsur-unsur kebugaran jasmani !

  2. pengertian kebugaran jasmani !

  3. manfaat kebugaran jasmani !

  4. gerakan apa yang dilakukan secara berulang selama 15 menit ?

  5. bagaimana cara latihan push up yang benar ?

Sumber : http://penjasxii.blogspot.co.id/p/kebugaran-jasmani_21.html

Cara Cepat Belajar Bahasa Inggris dengan 3 Langkah Mudah

 

Cara Cepat Belajar Bahasa Inggris dengan 3 Langkah Mudah
Cara mudah belajar bahasa Inggris  – Mungkin Anda banyak mencari tentang cara cepat belajar bahasa Inggris dan bagaimana bisa berbicara, menulis, dan hafal semua aturan tata bahasa dalam bahasa Inggris. Belajar bahasa Inggris banyak membuat siswa frustrasi, karena mereka tidak mengetahui bagaimana metode yang tepat. Sebagai hasilnya, pembelajaran yang mereka lakukan tentu saja sia-sia dan tidak membuahkan hasil dengan signifikan.
Dalam cara cepat belajar bahasa Inggris, sejatinya hanya ada tiga langkah mudah yang bisa Anda terapkan dan membuahkan hasil yang baik. Langkah-langkahnya akan kami jelaskan secara singkat berikut ini.

Fokus pada Input dan bukan hanya output

Kebanyakan siswa dan guru bahasa Inggris memberikan pemahaman bahwa kunci penguasaan bahasa terletak pada menulis dan berbicara. Memang, itu tidak salah karena banyak orang yang langsung praktik berbicara dengan berani, ia akan terbiasa dan kemudian mendapatkan kemampuan berbahasa Inggris dengan baik.
Tetapi untuk lebih cepat, seseorang juga harus mengasah kemampuan mendengar. Kemampuan mendengarkan merupakan salah satu kunci meraih keberhasilan dalam belajar bahasa Inggris. Untuk itu Anda harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendengarkan lagu bahasa Inggris, teks bahasa Inggris, dan tentu saja film berbahasa Inggris.
Dengan mendengarkan beragam kata dalam bahasa Inggris dalam waktu yang lama, maka kemampuan mendengarkan bisa meningkat pesat. Anehnya, Anda juga akan meningkatkan kemampuan dengan pesat dalam konteks berbicara. Situasi tersebut telah terbukti dan kemudian, Anda harus menjadi orang berikutnya yang membuktikan hal ini.

Grammar itu penting namun jangan terlalu dibebankan

Grammar adalah hal yang penting bagi Anda sebagai pelajar. Mengapa demikian? Karena status bahasa Inggris di Indonesia adalah bahasa Asing, bukan bahasa asli, atau bahasa kedua. Jadi, grammar adalah sebuah hal yang wajib untuk dipelajari.
Advertisement
Kendati demikian, jangan anggap grammar sebagai beban yang mengharuskan Anda untuk menyesuaikannya sesempurna mungkin. Dalam hal menulis, tentu saja grammar penting, namun dalam berbicara bahasa Inggris, kita bisa sedikit memberikan toleransi dengan kesalahan-kesalahan grammatical atau tata bahasa. Namun, maksud dari perkataan yang kita ucapkan harus tetap jelas.
Grammar itu penting namun jangan sampai mengalahkan keberanian kita untuk mengekspresikan bahasa Inggris.

Ulangi dan kemudian lakukan secara perlahan

Kunci dalam cara cepat belajar bahasa Inggris adalah dengan melambat dan terus mengulang. Di sekolah, siswa membaca teks terlalu cepat kemudian guru memberikan materi dengan sikap seakan terkejar oleh waktu. Akibatnya pemahaman seringkali tidak maksimal. Siswa hanya akan mendapatkan memori jangka pendek dan guru sulit untuk berhasil dalam mengajar.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pengulangan yang dilakukan secara terus menerus dan dalam tempo yang lebih lambat akan menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik. Siswa harus mendapatkan materi dengan pengulangan hingga belasan kali. Dengan pengulangan tersebut, maka terbentuklah memori jangka panjang. Kemudian, siswa mampu mempelajari bahasa Inggris dengan lebih baik, dan tentu saja efektif.
Itulah 3 langkah utama dalam cara cepat belajar bahasa Inggris. Selamat mencoba dan semoga Anda berhasil.

Sumber : http://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/2013/04/Cara-Cepat-Belajar-Bahasa-Inggris-dengan-3-Langkah-Mudah.html

Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Makhluk Sosial.

  1. Manusia Sebagai Makhluk Individu

Individu berasal dari kata in dan devided. Dalam Bahasa Inggris in salah satunya mengandung pengertian tidak, sedangkan devided artinya terbagi. Jadi individu artinya tidak terbagi, atau satu kesatuan. Dalam bahasa latin individu berasal dari kata individium yang berarti yang tak terbagi, jadi merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan tak terbatas.

Manusia sebagai makhluk individu memiliki unsur jasmani dan rohani, unsur fisik dan psikis, unsur raga dan jiwa. Seseorang dikatakan sebagai manusia individu manakala unsur-unsur tersebut menyatu dalam dirinya. Jika unsur tersebut sudah tidak menyatu lagi maka seseorang tidak disebut sebagai individu. Dalam diri individi ada unsur jasmani dan rohaninya, atau ada unsur fisik dan psikisnya, atau ada unsur raga dan jiwanya.

Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, tidak ada manusia yang persis sama. Dari sekian banyak manusia, ternyata masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Seorang individu adalah perpaduan antara faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa individu sejak lahir, ia merupakan faktor keturunan, dibawa individu sejak lahir. Kalau seseorang individu memiliki ciri fisik atau karakter sifat yang dibawa sejak lahir, ia juga memiliki ciri fisik dan karakter atau sifat yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (faktor fenotip). Faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seseorang. Istilah lingkungan merujuk pada lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Ligkungan fisik seperti kondisi alam sekitarnya. Lingkungan sosial, merujuk pada lingkungan di mana eorang individu melakukan interaksi sosial. Kita melakukan interaksi sosial dengan anggota keluarga, dengan teman, dan kelompok sosial yang lebih besar.

Karakteristik yang khas dari seeorang dapat kita sebut dengan kepribadian. Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh faktor bawaan genotip)dan faktor lingkungan (fenotip) yang saling berinteraksi terus-menerus.

Menurut Nursid Sumaatmadja (2000), kepribadian adalah keseluruhan perilaku individu yang merupakan hasil interaksi antara potensi-potensi bio-psiko-fiskal (fisik dan psikis) yang terbawa sejak lahir dengan rangkaian situasi lingkungan, yang terungkap pada tindakan dan perbuatan serta reaksi mental psikologisnya, jika mendapat rangsangan dari lingkungan. Dia menyimpulkan bahwa faktor lingkungan (fenotip) ikut berperan dalam pembentukan karakteristik yang khas dari seeorang.

  1. Manusia Sebagai Makhluk Sosial

Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, selain itu juga diberikan yang berupa akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, juga karena pada diri manusia ada dorongan dan kebutuhan untuk berhubungan (interaksi) dengan orang lain, manusia juga tidak akan bisa hidup sebagai manusia kalau tidak hidup di tengah-tengah manusia.

Tanpa bantuan manusia lainnya, manusia tidak mungkin bisa berjalan dengan tegak. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan seluruh potensi kemanusiaannya.

Dapat disimpulkan, bahwa manusia dikatakan sebagai makhluk sosial, karrena beberapa alasan, yaitu:

a. Manusia tunduk pada aturan, norma sosial.

b. Perilaku manusia mengaharapkan suatu penilain dari orang lain.

c. Manusia memiliki kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain

d. Potensi manusia akan berkembang bila ia hidup di tengah-tengah manusia.

B. Interaksi Sosial dan Sosialisasi

1. Interaksi Sosial

Kata interaksi berasal dari kata inter dan action. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik saling mempengaruhi antara individu, kelompok sosial, dan masyarakat.

Interaksi adalah proses di mana orang-oarang berkomunikasi saling pengaruh mempengaruhi dala pikiran danb tindakana. Seperti kita ketahui, bahwa manusia dalam kehidupan sehari-hari tidaklah lepas dari hubungan satu dengan yang lain.

Interaksi sosial antar individu terjadi manakala dua orang bertemu, interaksi dimulai: pada saat itu mereka saling menegeur, berjabat tangan, saling berbicara, atau bahkan mungkin berkelahi. Aktivitas-aktivitas semacam itu merupakan bentuk-bentuk dari interaksi sosial.

Interaksi sosial terjadi dengan didasari oleh faktor-faktor sebagai berikut

  1. Imitasi adalah suatu proses peniruan atau meniru.

  2. Sugesti adalah suatu poroses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau peduman-pedoman tingkah laku orang lain tanpa dkritik terlebih dahulu. Yang dimaksud sugesti di sini adalah pengaruh pysic, baik yang datang dari dirinya sendiri maupuhn dari orang lain, yang pada umumnya diterima tanpa adanya kritik. Arti sugesti dan imitasi dalam hubungannya, dengan interaksi sosial adalaha hampir sama. Bedanya ialah bahwa imitasi orang yang satu mengikuti salah satu dirinya, sedangkan pada sugesti seeorang memberikan pandangan atau sikap dari dirinya, lalu diterima oleh orang lain di luarnya.

  3. Identifikasi dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi identi (sama) dengan orang lain, baik secara lahiriah maupun batiniah.

  4. Simpati adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. Simpati timbul tidak atas dasar logis rasional, melainkan berdasarkan penilain perasaan seperti juga pada proses identifikasi.

Sumber : https://azenismail.wordpress.com/2010/05/14/manusia-sebagai-makhluk-individu-dan-makhluk-sosial/

Teori pembentukan Bumi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Lompat ke: navigasi, cari

Teori pembentukan Bumi adalah berbagai teori yang diajukan sebagai penjelasan asal usul terbentuknya Bumi.[1] Banyak ilmuwan yang meneliti dan menyimpulkan peristiwa terbentuknya Bumi, dengan berbagai teori dan hipotesis mereka.[1]

Teori oleh Georges-Louis Leclerc[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1778 ahli ilmu alam Perancis Georges-Louis Leclerc, Comte de Buffon, mengemukakan bahwa dahulu kala terjadi tumbukan antara matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa matahari terpental ke luar. Massa yang terpental inilah yang menjadi planet.

Teori Laplace[sunting | sunting sumber]

Seorang ahli Matematika dan astronomi Perancis Pierre Simon Marquis de Laplace 1796 mengemukakan Bumi terbentuk dari gugusan gas panas yang berputar pada sumbunya, kemudian terbentuk cincin – cincin.[1] Sebagian cincin gas tersebut, terlempar ke luar dan tetap terus berputar.[1]Cincin gas yang berputar akan mengalami pendinginan, sehingga terbentuklah gumpalan – gumpalan bola yang menjadi planet – planet, termasuk Bumi.[1]

Teori Planetisimal Hypothesis[sunting | sunting sumber]

Di kemukakan oleh, Forest Ray Moulton, seorang ahli astronomi Amerika bersama rekannya T.C Chamberlain, seorang ahli geologi, yang mengatakan matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, pada suatu saat didekati oleh sebuah bintang lain yang melintas dengan kecepatan tinggi di dekat matahari. Pada waktu bintang melintas di dekat matahari dan jarak keduanya relatif dekat, maka sebagian massa gas matahari ada yang tertarik ke luar akibat adanya gravitasi dari bintang yang melintas tersebut. Sebagian dari massa gas yang tertarik ke luar ada yang pada lintasan bintang dan sebagian lagi ada yang berputar mengelilingi matahari karena gravitasi matahari. Setelah bintang melintas berlalu, massa gas yang berputar mengelilingi matahari menjadi dingin dan terbentuklah cincin yang lama-kelamaan menjadi padat dan disebut planetisimal. Beberapa planetisimal yang terbentuk akan saling tarik – menarik dan bergabung menjadi satu dan pada akhirnya membentuk planet, termasuk Bumi.

Teori Tidal[sunting | sunting sumber]

Dua orang ilmuwan Inggris, James Jeans dan Harold Jeffreys, pada tahun 1918 mengemukakan teori tidal. Mereka mengatakan pada saat bintang melintas di dekat matahari, sebagian massa matahari tertarik ke luar sehingga membentuk semacam [cerutu].Bagian yang membentuk cerutu ini akan mengalami pendinginan dan membentuk planet – planet, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Teori Weizsäcker[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1940, Carl Friedrich von Weizsäcker, seorang ahli astronomi Jerman mengemukakan tata surya pada mulanya terdiri atas matahari yang dikelilingi oleh massa kabut gas.[1] Sebagian besar massa kabut gas ini terdiri atas unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium.[1] Karena panas matahari yang sangat tinggi, maka unsur ringan tersebut menguap ke angkasa tata surya, sedangkan unsur yang lebih berat tertinggal dan menggumpal.[1] ini akan menarik unsur – unsur lain yang ada di angkasa tata surya dan selanjutnya berevolusi membentuk planet – planet, termasuk Bumi.[1]

Teori Kuiper[sunting | sunting sumber]

Gerald P. Kuiper mengemukakan bahwa pada mulanya ada nebula besar berbentuk piringan cakram.[1] Pusat piringan adalah protomatahari, sedangkan massa gas yang berputar mengelilingi protomatahari adalah protoplanet.[1] Dalam teorinya, dia juga memasukkan unsur – unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium. Pusat piringan yang merupakan protomatahari menjadi sangat panas, sedangkan protoplanet menjadi dingin.[1] Unsur ringan tersebut menguap dan mulai menggumpal menjadi planet – planet.[1]

Teori Whipple[sunting | sunting sumber]

Fred L. Whipple, seorang ahli astronom Amerika mengemukakan pada mulanya tata surya terdiri dari gas dan kabut debu aneh yang mengandung nitrogen yang sedikit kosmis yang berotasi membentuk semacam piringan.[1] Debu dan gas yang berotasi menyebabkan terjadinya pemekatan massa dan akhirnya menggumpal menjadi padat, sedangkan kabutnya hilang menguap ke angkasa.[1] Gumpalan yang padat saling bertabrakan dan kemudian membentuk planet – planet.[1]

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Teori_pembentukan_Bumi